Menurut CNBC, Frontier Airlines berencana meluncurkan kursi kelas satu pada tahun depan di armada Airbus dan telah bergabung dengan maskapai yang menambahkan Wi-Fi Starlink milik SpaceX saat mereka berupaya kembali mencapai profitabilitas yang stabil. Ketua Frontier, Bill Franke, mengatakan maskapai ini tidak menargetkan kelas satu seperti Singapore Airlines, namun ingin memberi konsumen sebuah pilihan. Franke mengatakan model ultra-low-cost telah mendapat tekanan dari kenaikan gaji pilot, biaya perawatan, dan biaya operasional, sementara perjalanan kelas premium telah tumbuh. Ia juga mengatakan para pesaing yang lebih besar seperti United Airlines dan Delta Air Lines telah meniru sebagian dari model maskapai berbiaya rendah tersebut, termasuk biaya tambahan dan tarif yang lebih disederhanakan, serta bahwa Frontier sedang mempertimbangkan penyesuaian pada model bisnisnya di pasar AS. CEO Frontier, Jimmy Dempsey, mengatakan pada panggilan konferensi hasil pada 29 Juli bahwa maskapai tersebut berada pada jalur yang tepat untuk kembali ke profitabilitas yang berkelanjutan, sementara tarif pesawat Agustus naik lebih dari 23% dibanding setahun sebelumnya, menurut data federal yang dirilis pada 11 September.
$SPACE
$SPACE