Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang “menggebrak ulang” situasi tersebut. Ia meluncurkan sebuah jajak pendapat untuk mengganti nama di media sosial. Ia menyatakan bahwa banyak orang merasa istilah “kecerdasan buatan” tidaklah akurat, dan cara penyampaiannya pun terasa sangat kaku. Untuk gejala baru ini, sebutan yang lebih elegan dan tepat bisa disebut sebagai Kecerdasan Unggul (Superior Intelligence),
Kecerdasan Ekstrem (Extreme Intelligence),
atau Kecerdasan Tertinggi (Supreme Intelligence).
Trump mengajak semua orang untuk ikut berpartisipasi dalam pemungutan suara guna memilih nama baru yang paling sesuai dengan “revolusi” yang terus berkembang ini. Hingga saat ini, sudah lebih dari 170.000 orang melakukan voting. Adapun “nama baru” yang saat ini memimpin perolehan suara adalah “Kecerdasan Unggul” (Superior Intelligence, disingkat “SI”), dengan persentase suara sebesar 40,6%.
Beberapa jam kemudian, Elon Musk membalas dengan satu kalimat di bawah unggahan tersebut. Ia tidak sekadar memilih jawaban pilihan ganda, melainkan mengatakan: “Ia akan menjadi begitu pintar sampai-sampai kita tak dapat memahaminya.”
$GOOG.US
$SPCX.US
$META.US
Kecerdasan Ekstrem (Extreme Intelligence),
atau Kecerdasan Tertinggi (Supreme Intelligence).
Trump mengajak semua orang untuk ikut berpartisipasi dalam pemungutan suara guna memilih nama baru yang paling sesuai dengan “revolusi” yang terus berkembang ini. Hingga saat ini, sudah lebih dari 170.000 orang melakukan voting. Adapun “nama baru” yang saat ini memimpin perolehan suara adalah “Kecerdasan Unggul” (Superior Intelligence, disingkat “SI”), dengan persentase suara sebesar 40,6%.
Beberapa jam kemudian, Elon Musk membalas dengan satu kalimat di bawah unggahan tersebut. Ia tidak sekadar memilih jawaban pilihan ganda, melainkan mengatakan: “Ia akan menjadi begitu pintar sampai-sampai kita tak dapat memahaminya.”
$GOOG.US
$SPCX.US
$META.US
