Penulis “Bapak Kaya, Bapak Miskin” kembali menyerukan “kehancuran sejarah”, apakah Bitcoin harus dipercaya?

“Kehancuran terbesar dalam sejarah sudah dimulai.”

Kalimat ini saja terdengar membuat dada terasa sesak. Yang mengucapkan bukan sembarang orang—ia adalah penulis buku “Bapak Kaya, Bapak Miskin” yang terjual 40 juta eksemplar, Robert Kiyosaki. Inti pendapatnya sangat tegas: pada tahun 2026, sebuah kehancuran global yang menyebar dari Eropa dan Jepang sudah ada di ambang pintu. Dan penyebab kehancurannya masih “kambing hitam” yang itu-itu juga: spekulasi dengan AI, perang, utang, serta pensiun massal generasi baby boomer. Ia menyarankan untuk memegang Bitcoin, emas, dan perak, serta sangat yakin bahwa akan ada gelombang “pelonggaran likuiditas” besar yang baru.

Dana institusi dengan horizon jangka panjang sedang diam-diam mengunci posisi.

Namun, pasar Bitcoin sendiri memberi sinyal yang lebih langsung: dana investasi berdaulat sedang membeli. Perusahaan investasi Mubadala milik Abu Dhabi menambah kepemilikan Bitcoin ETF sebesar 16% pada kuartal pertama, dengan nilai kepemilikan mencapai 566 juta dolar, dan melakukan penambahan terus-menerus selama beberapa kuartal. Ini bukan spekulasi investor ritel, melainkan alokasi dari dana berdaulat dengan ukuran kelolaan 300 miliar dolar
#比特币突破8万美元大关 $BTC