Stok bursa XRP mencapai level terendah 7 tahun, benar-benar “kehabisan stok”? Jangan langsung terpancing!

Belakangan ini, komunitas XRP sedang ramai dengan kabar “stok bursa XRP mencapai level terendah 7 tahun”. Saat ini angkanya turun hingga sekitar 1,6 miliar XRP. Di permukaan memang terlihat seperti “chip makin sedikit”, tetapi ada detail yang justru membantah: dalam 30 hari terakhir, pihak besar memindahkan sekitar 1,6 miliar XRP ke Binance, dan ini menjadi rekor tertinggi 6 bulan. Di satu sisi ada penarikan jangka panjang dari bursa, di sisi lain pelaku besar tiba-tiba “mulai bangun” lagi dan membawa koin kembali ke bursa—itulah yang menarik.

Kisah “stok bursa kosong = harga langsung meledak” ternyata tidak sesederhana itu. Sekarang harga XRP sekitar $1,4, naik sekitar 8% dalam 24 jam. Open Interest (OI) kontrak perpetual sudah mencapai sekitar $2,4 miliar, funding rate kembali positif, dan leverage jelas ikut kembali seiring pergerakan harga.

Bisa dipahami begini: pasokan memang sedang menyusut, tetapi dana jangka pendek juga mulai masuk kembali. Total net inflow ETF sekitar $1,71 miliar, namun dalam seminggu terakhir pergerakannya hampir berhenti; pada 18 September bahkan mendekati nol arus.

Yang benar-benar menggairahkan pasar bukan “XRP tidak punya koin lagi”, melainkan: penyusutan chip jangka panjang + permintaan ETF yang belum kembali dipercepat + leverage jangka pendek mulai menghangat. Jika ETF kembali mengalami lonjakan volume, barulah cadangan rendah 1,6 miliar itu berpotensi benar-benar berubah menjadi pegas harga; kalau tidak, kondisi sekarang lebih mirip pasar dengan pasokan yang ketat, tetapi leverage juga mulai penuh.

Kesimpulan: penyusutan pasokan adalah fakta, tapi jangan abaikan variabel leverage dan ETF. Stok rendah adalah bahan peledak, dan volume ETF adalah sumbu penyulutnya. Jangan kejar harga dalam waktu dekat—pantau terus arus ETF dan perubahan funding rate.

#XRP #cryptocurrency #交易所储备