🚨 Arab Saudi membuka permintaan bantuan kepada Israel yang belum menjalin hubungan diplomatik. Daftar sekutu di Timur Tengah sedang ditulis ulang
Grup: 点击进入玖玖的粉丝群
Hal yang benar-benar mencolok adalah: Arab Saudi tidak meminta uang, melainkan “mata” dari sebuah negara yang bahkan belum punya hubungan diplomatik apa pun dengan mereka 👀
Menurut kabar dari The Jerusalem Post, Arab Saudi dan Israel sudah melakukan pembicaraan kerja sama intelijen berkat perantaraan Komando Pusat militer AS (CENTCOM). Targetnya sangat jelas, yaitu menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran. Komunikasi ini terjadi setelah pertemuan antara Komandan CENTCOM, Brad Cooper, dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Hingga kini, Arab Saudi dan Israel belum memiliki hubungan diplomatik resmi—itu saja sudah menjadi kontras terbesar.
Pertama, lapisan paling mendasar. Arab Saudi sebenarnya punya “kartu”. Ia menandatangani perjanjian pertahanan gabungan dengan Pakistan, yang sempat disebut sebagai “NATO versi Islam”. Namun kemudian Menteri Pertahanan Pakistan, Khwaja Asif, secara terbuka mendinginkan situasi dan menyatakan bahwa itu adalah perjanjian defensif, tidak mengizinkan negara anggota untuk menyerang negara lain secara sepihak. Artinya, kartu itu pada akhirnya ditarik kembali.
Lihat lapisan kedua, hitungan di medan perang sangat gamblang. Rudal dan drone milik Houthi sudah menyebabkan sedikitnya 73 orang di Arab Saudi terluka. Sasaran serangan mengarah langsung ke fasilitas energi dan ekonomi—pipa minyak dan stasiun pompa sebagian mengalami gangguan operasional 🛢️ Arab Saudi bahkan kemudian mencari bantuan Inggris untuk membantu menjaga jalur minyak Laut Merah dan Selat Hormuz.
Di tempat yang lebih jauh, ada “tagihan” yang lebih panjang lagi. Laporan menyebutkan, Israel memiliki kekhawatiran terhadap rencana nuklir sipil Arab Saudi, sementara pihak AS mengaitkan perkembangan isu tersebut dengan normalisasi hubungan antara Saudi dan Israel.
Tentu saja ada juga yang mengatakan kerja sama intelijen masih jauh dari membangun hubungan diplomatik—jangan terlalu menafsirkan berlebihan. Ucapan itu ada benarnya. Tapi coba pikirkan: musuh lama yang bertahun-tahun kini harus bergantung pada “mata” pihak lawan untuk mengawasi gerbang mereka sendiri. Ini jelas bukan sesuatu yang bisa ditutup dengan istilah “sekadar bersekutu sementara”.
Yang benar-benar patut diperhatikan bukan siapa berjabat tangan dengan siapa, melainkan apakah jalur minyak dari Laut Merah ke Selat Hormuz akan terus makin tersendat. Setiap kali energi makin menegang, pada akhirnya ia akan menyusup ke harga inflasi dan aset berisiko.
Satu pihak bilang ini hanya langkah sementara, pihak lain bilang tatanan Timur Tengah sudah digambar ulang. Kamu berdiri di kubu yang mana?👇
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung + bergabung grup chat Jiuji untuk mendapatkan strategi harian 🚀
#原油 #全球市场 #比特币 #BTC
Grup: 点击进入玖玖的粉丝群
Hal yang benar-benar mencolok adalah: Arab Saudi tidak meminta uang, melainkan “mata” dari sebuah negara yang bahkan belum punya hubungan diplomatik apa pun dengan mereka 👀
Menurut kabar dari The Jerusalem Post, Arab Saudi dan Israel sudah melakukan pembicaraan kerja sama intelijen berkat perantaraan Komando Pusat militer AS (CENTCOM). Targetnya sangat jelas, yaitu menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran. Komunikasi ini terjadi setelah pertemuan antara Komandan CENTCOM, Brad Cooper, dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Hingga kini, Arab Saudi dan Israel belum memiliki hubungan diplomatik resmi—itu saja sudah menjadi kontras terbesar.
Pertama, lapisan paling mendasar. Arab Saudi sebenarnya punya “kartu”. Ia menandatangani perjanjian pertahanan gabungan dengan Pakistan, yang sempat disebut sebagai “NATO versi Islam”. Namun kemudian Menteri Pertahanan Pakistan, Khwaja Asif, secara terbuka mendinginkan situasi dan menyatakan bahwa itu adalah perjanjian defensif, tidak mengizinkan negara anggota untuk menyerang negara lain secara sepihak. Artinya, kartu itu pada akhirnya ditarik kembali.
Lihat lapisan kedua, hitungan di medan perang sangat gamblang. Rudal dan drone milik Houthi sudah menyebabkan sedikitnya 73 orang di Arab Saudi terluka. Sasaran serangan mengarah langsung ke fasilitas energi dan ekonomi—pipa minyak dan stasiun pompa sebagian mengalami gangguan operasional 🛢️ Arab Saudi bahkan kemudian mencari bantuan Inggris untuk membantu menjaga jalur minyak Laut Merah dan Selat Hormuz.
Di tempat yang lebih jauh, ada “tagihan” yang lebih panjang lagi. Laporan menyebutkan, Israel memiliki kekhawatiran terhadap rencana nuklir sipil Arab Saudi, sementara pihak AS mengaitkan perkembangan isu tersebut dengan normalisasi hubungan antara Saudi dan Israel.
Tentu saja ada juga yang mengatakan kerja sama intelijen masih jauh dari membangun hubungan diplomatik—jangan terlalu menafsirkan berlebihan. Ucapan itu ada benarnya. Tapi coba pikirkan: musuh lama yang bertahun-tahun kini harus bergantung pada “mata” pihak lawan untuk mengawasi gerbang mereka sendiri. Ini jelas bukan sesuatu yang bisa ditutup dengan istilah “sekadar bersekutu sementara”.
Yang benar-benar patut diperhatikan bukan siapa berjabat tangan dengan siapa, melainkan apakah jalur minyak dari Laut Merah ke Selat Hormuz akan terus makin tersendat. Setiap kali energi makin menegang, pada akhirnya ia akan menyusup ke harga inflasi dan aset berisiko.
Satu pihak bilang ini hanya langkah sementara, pihak lain bilang tatanan Timur Tengah sudah digambar ulang. Kamu berdiri di kubu yang mana?👇
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung + bergabung grup chat Jiuji untuk mendapatkan strategi harian 🚀
#原油 #全球市场 #比特币 #BTC
