🚨 Kilang bahan bakar Aramco di dekat Bandara Riyadh terbakar; namun Bitcoin tetap bertahan di atas 80.000 dolar

Grup: 点击进入玖玖的粉丝群

Pada Sabtu, kelompok bersenjata Houthi mengatakan bahwa mereka menggunakan banyak rudal balistik, rudal jelajah, dan drone untuk menyerang dua target: satu adalah “target sensitif” di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dan yang lainnya adalah fasilitas Aramco di kota pelabuhan pelabuhan Al Yanbu di Laut Merah. Otoritas Arab Saudi pada larut malam mengirimkan peringatan pertahanan udara ke Riyadh, Jeddah, dan Al Yanbu—ini adalah pertama kalinya sejak eskalasi pertempuran di Yaman bulan ini. Titik kebakaran adalah sebuah tangki bahan bakar berlogo Aramco, yang berada di dekat bandara. Baru setelah petugas pemadam kebakaran datang, api dapat dipadamkan.🛢️

Lihat lebih jauh satu lapis lagi. Dalam sebulan terakhir, Houthi berturut-turut merebut Pelabuhan Mokha di Selat Mandeb, Pulau Perim, serta Kepulauan Hanisah Besar-Kecil di Laut Merah. Selat Mandeb adalah urat nadi jalur masuk-keluar minyak mentah dan gas alam. Begitu jalur ini berulang kali diuji, premi geopolitik dalam harga minyak harus dihitung ulang. Dewan Keamanan PBB juga secara jarang memberikan pernyataan pada Jumat, mengecam serangan Houthi yang terus menarget Arab Saudi, sekaligus menyebut bahwa serangannya berdampak pada fasilitas sipil dan energi.

Yang menarik, situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 sempat menempatkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada tingkat gangguan tertinggi, sebelum akhirnya kembali normal. Sungguh, serangan itu tidak langsung menghentikan produksi, dan harga minyak juga tidak melonjak tajam—sehingga ada yang bilang ini hanya lagi-lagi “suara bising” di akhir pekan.⚠️

Pernyataan itu ada benarnya. Serangan tunggal memang tidak mengubah keseimbangan pasokan dan permintaan. Secara jujur, Al Yanbu adalah pelabuhan ekspor hasil olahan penting di pantai barat Arab Saudi. Dan dua jalur—Hormuz serta Mandeb—belakangan juga sama-sama sempat “diperiksa sampai batasnya”. Jika harga minyak mulai naik, inflasi akan sulit turun; penurunan suku bunga pun harus ditunda. Dan ketika likuiditas diketatkan, aset berisiko adalah yang pertama kali dijual.

Jadi, yang benar-benar patut diawasi bukanlah asap di Riyadh malam ini, melainkan apakah itu akan menjadi premi risiko bagi harga minyak, lalu merambat melalui jalur suku bunga hingga menyasar Bitcoin. Ada yang bilang ini hanya kebisingan geopolitik, ada pula yang bilang ini adalah inflasi yang kambuh untuk kedua kalinya. Kamu ada di kubu yang mana?👀

Klik foto profil untuk menonton siaran langsung + gabung grup obrolan Jiuji mendapatkan strategi harian🚀

#原油 #全球市场 #比特币 #BTC