#BTC Sebenarnya aku selalu merasa trading adalah sesuatu yang sangat menyakitkan.
Tapi sebagian besar orang menganggap trading itu mudah.
Aku pernah mengalami likuidasi (bailout), stop loss berturut-turut, keuntungan yang berubah jadi rugi mengambang, harga yang sudah dilepas tapi kembali naik (sell terlalu cepat)....
Namun pada akhirnya tetap hidup di pasar ini.
Berapa banyak malam siang yang penuh penyesalan, kesal, dan murung.
Setiap malam sebelum tidur, selalu bertanya-tanya: “candlestick akan ke mana?”
Itu benar-benar menyiksa.
Kadang semakin dekat dengan target, justru semakin cemas.
Begitulah sifat manusia: jika benar, yang didapat hanya sedikit; jika salah, penyesalannya terlalu banyak...
Trading bertentangan dengan naluri manusia, dan pasar bersifat acak.
Aku sering mengatakan saat live streaming jangan sampai emosi menguasai pikiranmu, tapi kadang aku sendiri juga belum tentu bisa melakukannya.
Jadi pastikan untuk mengendalikan risiko dengan baik.
Setiap emosi dalam trading sebenarnya muncul karena untung-rugi sudah melewati batas kemampuanmu untuk menerimanya.
Selalu ada peluang di pasar.
Lebih banyak lihat, lebih banyak belajar, dan sering meninjau ulang (review).
Saat kamu merasa serakah, takut, atau bingung, cobalah mengingat lagi pengalaman menyakitkanmu.
Kadang itu benar-benar bisa menyelamatkan hidupmu.
Semoga bersama-sama semangat.
Tapi sebagian besar orang menganggap trading itu mudah.
Aku pernah mengalami likuidasi (bailout), stop loss berturut-turut, keuntungan yang berubah jadi rugi mengambang, harga yang sudah dilepas tapi kembali naik (sell terlalu cepat)....
Namun pada akhirnya tetap hidup di pasar ini.
Berapa banyak malam siang yang penuh penyesalan, kesal, dan murung.
Setiap malam sebelum tidur, selalu bertanya-tanya: “candlestick akan ke mana?”
Itu benar-benar menyiksa.
Kadang semakin dekat dengan target, justru semakin cemas.
Begitulah sifat manusia: jika benar, yang didapat hanya sedikit; jika salah, penyesalannya terlalu banyak...
Trading bertentangan dengan naluri manusia, dan pasar bersifat acak.
Aku sering mengatakan saat live streaming jangan sampai emosi menguasai pikiranmu, tapi kadang aku sendiri juga belum tentu bisa melakukannya.
Jadi pastikan untuk mengendalikan risiko dengan baik.
Setiap emosi dalam trading sebenarnya muncul karena untung-rugi sudah melewati batas kemampuanmu untuk menerimanya.
Selalu ada peluang di pasar.
Lebih banyak lihat, lebih banyak belajar, dan sering meninjau ulang (review).
Saat kamu merasa serakah, takut, atau bingung, cobalah mengingat lagi pengalaman menyakitkanmu.
Kadang itu benar-benar bisa menyelamatkan hidupmu.
Semoga bersama-sama semangat.
