🚨 The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin, tetapi emas justru menyentuh level tertinggi baru dalam 1 minggu
Grup: 点击进入玖玖的粉丝群
Pada Rabu, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Ini adalah kenaikan pertama sejak 2023, dan juga memberi sinyal bahwa pengetatan masih mungkin berlanjut. Suku bunga tinggi selalu menjadi musuh aset yang tidak memberi imbal hasil (kupon/bunga). Uang bisa “berbaring” di obligasi pemerintah untuk mengambil yield. Secara akal sehat, saat ada kenaikan suku bunga, emas seharusnya tertekan. Dan pada hari itu, faktanya emas memang turun lebih dari 1%. Namun pada Jumat, emas spot terus melesat hingga mencetak level tertinggi dalam seminggu. Bahkan pada hari perdagangan sebelumnya, emas naik lebih dari 2%, sehingga seluruh penurunan pada hari Rabu langsung ditarik kembali📈
Pertama, lapisan yang membalik keadaan adalah minyak mentah. Harga minyak turun untuk hari ketiga berturut-turut. Kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi mereda, membuat pasar melepaskan ketakutan bahwa energi akan “menahan” inflasi. Begitu jalur pasokan Arab Saudi kembali tenang, premi risiko akan “keluar” dari harga. Jika energi yang lebih mahal terus surut, probabilitas The Fed dipaksa memperpanjang siklus pengetatan akan menurun—jadi pedang kenaikan suku bunga jadi tumpul setengah🛢️
Kedua, pada Kamis dolar melemah saat rebound, dan imbal hasil obligasi AS juga mundur sedikit dari kenaikan tajam pasca kenaikan suku bunga. Dua faktor jangka pendek yang menekan emas pun dilepas secara bersamaan, sehingga harga emas otomatis menguat. Rebound itu, pada dasarnya, memotong dua kaki yang menekan harga emas hingga tinggal setengah. Jujur saja, saya juga belum sepenuhnya paham, tapi datanya ada di sana: suku bunga tidak berubah, sementara sentimen justru sudah bergerak lebih dulu
Tentu saja ada yang bilang ini hanya kebisingan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih bertahan di dekat level kunci 5%. Jika imbal hasil riil kemudian naik, emas bisa saja langsung ditekan lagi kapan saja. Itu benar💡 Tapi kalau dibalik, saat pasar “memilih dengan kaki”, yang diperdagangkan tidak pernah benar-benar logika buku pelajaran—melainkan titik balik ekspektasi. Kenaikan suku bunga memang tekanan. Namun ketika harga minyak dan imbal hasil sama-sama mundur, tekanan itu berubah jadi sekadar suara latar. Yang benar-benar patut diperhatikan bukan kenaikan suku bunga kali ini, melainkan variabel-variabel mana yang lebih dulu berubah wajahnya👀 Kamu ada di kubu yang bilang emas hanya rebound, atau kubu yang bilang titik balik tren sudah tiba?
Klik foto profil untuk menonton live + gabung grup chat Jiuji untuk mendapatkan strategi harian🚀
#黄金 #美联储 #比特币 #通胀
Grup: 点击进入玖玖的粉丝群
Pada Rabu, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Ini adalah kenaikan pertama sejak 2023, dan juga memberi sinyal bahwa pengetatan masih mungkin berlanjut. Suku bunga tinggi selalu menjadi musuh aset yang tidak memberi imbal hasil (kupon/bunga). Uang bisa “berbaring” di obligasi pemerintah untuk mengambil yield. Secara akal sehat, saat ada kenaikan suku bunga, emas seharusnya tertekan. Dan pada hari itu, faktanya emas memang turun lebih dari 1%. Namun pada Jumat, emas spot terus melesat hingga mencetak level tertinggi dalam seminggu. Bahkan pada hari perdagangan sebelumnya, emas naik lebih dari 2%, sehingga seluruh penurunan pada hari Rabu langsung ditarik kembali📈
Pertama, lapisan yang membalik keadaan adalah minyak mentah. Harga minyak turun untuk hari ketiga berturut-turut. Kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi mereda, membuat pasar melepaskan ketakutan bahwa energi akan “menahan” inflasi. Begitu jalur pasokan Arab Saudi kembali tenang, premi risiko akan “keluar” dari harga. Jika energi yang lebih mahal terus surut, probabilitas The Fed dipaksa memperpanjang siklus pengetatan akan menurun—jadi pedang kenaikan suku bunga jadi tumpul setengah🛢️
Kedua, pada Kamis dolar melemah saat rebound, dan imbal hasil obligasi AS juga mundur sedikit dari kenaikan tajam pasca kenaikan suku bunga. Dua faktor jangka pendek yang menekan emas pun dilepas secara bersamaan, sehingga harga emas otomatis menguat. Rebound itu, pada dasarnya, memotong dua kaki yang menekan harga emas hingga tinggal setengah. Jujur saja, saya juga belum sepenuhnya paham, tapi datanya ada di sana: suku bunga tidak berubah, sementara sentimen justru sudah bergerak lebih dulu
Tentu saja ada yang bilang ini hanya kebisingan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih bertahan di dekat level kunci 5%. Jika imbal hasil riil kemudian naik, emas bisa saja langsung ditekan lagi kapan saja. Itu benar💡 Tapi kalau dibalik, saat pasar “memilih dengan kaki”, yang diperdagangkan tidak pernah benar-benar logika buku pelajaran—melainkan titik balik ekspektasi. Kenaikan suku bunga memang tekanan. Namun ketika harga minyak dan imbal hasil sama-sama mundur, tekanan itu berubah jadi sekadar suara latar. Yang benar-benar patut diperhatikan bukan kenaikan suku bunga kali ini, melainkan variabel-variabel mana yang lebih dulu berubah wajahnya👀 Kamu ada di kubu yang bilang emas hanya rebound, atau kubu yang bilang titik balik tren sudah tiba?
Klik foto profil untuk menonton live + gabung grup chat Jiuji untuk mendapatkan strategi harian🚀
#黄金 #美联储 #比特币 #通胀
