𝗪𝗘𝗕𝟯 𝗪𝗜𝗟𝗟 𝗡𝗢𝗧 𝗦𝗖𝗔𝗟𝗘 𝗜𝗙 𝗘𝗩𝗘𝗥𝗬 𝗕𝗟𝗢𝗖𝗞𝗖𝗛𝗔𝗜𝗡 𝗥𝗘𝗠𝗔𝗜𝗡𝗦 𝗔𝗡 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗡𝗗.
Masa depan multi-chain sudah mulai terbentuk.
Jaringan yang berbeda memiliki arsitektur, aplikasi, kumpulan likuiditas, pengguna, dan komunitas yang berbeda.
Namun, fragmentasi menciptakan masalah mendasar:
Bagaimana ekosistem-ekosistem ini saling berkomunikasi?
Bagaimana nilai berpindah di antara mereka?
Bagaimana aplikasi dapat berinteraksi lintas jaringan tanpa memaksa pengguna memikirkan setiap lapisan infrastruktur yang mendasarinya?
Di sinilah infrastruktur cross-chain menjadi penting.
Dan interoperabilitas jauh lebih besar daripada sekadar memindahkan aset dari Chain A ke Chain B.
Ekosistem cross-chain yang fungsional membutuhkan infrastruktur yang mampu mengoordinasikan komunikasi, memvalidasi interaksi, mengirimkan pesan, dan menangani aktivitas di berbagai jaringan.
BTTC dibangun dengan gagasan yang lebih luas ini untuk menghubungkan ekosistem blockchain.
␥ Komunikasi lintas-chain
␥ Pengiriman pesan antar-jaringan
␥ Infrastruktur yang dirancang untuk skalabilitas
␥ Mekanisme validasi yang mendukung interaksi lintas-chain
Lapisan-lapisan ini mungkin tidak selalu terlihat oleh pengguna rata-rata.
Namun, semuanya penting.
Karena semakin banyak chain yang masuk ke dalam ekosistem, semakin penting konektivitas.
Seorang developer tidak seharusnya harus menganggap setiap blockchain sebagai lingkungan yang benar-benar terisolasi.
Seorang pengguna tidak seharusnya harus memperlakukan setiap jaringan sebagai alam semesta yang terpisah.
Dan likuiditas tidak seharusnya harus tetap terjebak secara permanen dalam ekosistem masing-masing.
Peluang yang lebih besar adalah sebuah internet dari blockchain yang saling terhubung, di mana jaringan yang berbeda dapat bertukar nilai dan informasi sambil mempertahankan karakteristik ekosistem mereka sendiri.
Itulah arah yang dituju interoperabilitas.
Bukan satu chain yang menggantikan semua chain lainnya.
Bukan setiap aplikasi hidup di satu jaringan saja.
@justinsuntron
#TRONEcoStar @BitTorrent_Official
Masa depan multi-chain sudah mulai terbentuk.
Jaringan yang berbeda memiliki arsitektur, aplikasi, kumpulan likuiditas, pengguna, dan komunitas yang berbeda.
Namun, fragmentasi menciptakan masalah mendasar:
Bagaimana ekosistem-ekosistem ini saling berkomunikasi?
Bagaimana nilai berpindah di antara mereka?
Bagaimana aplikasi dapat berinteraksi lintas jaringan tanpa memaksa pengguna memikirkan setiap lapisan infrastruktur yang mendasarinya?
Di sinilah infrastruktur cross-chain menjadi penting.
Dan interoperabilitas jauh lebih besar daripada sekadar memindahkan aset dari Chain A ke Chain B.
Ekosistem cross-chain yang fungsional membutuhkan infrastruktur yang mampu mengoordinasikan komunikasi, memvalidasi interaksi, mengirimkan pesan, dan menangani aktivitas di berbagai jaringan.
BTTC dibangun dengan gagasan yang lebih luas ini untuk menghubungkan ekosistem blockchain.
␥ Komunikasi lintas-chain
␥ Pengiriman pesan antar-jaringan
␥ Infrastruktur yang dirancang untuk skalabilitas
␥ Mekanisme validasi yang mendukung interaksi lintas-chain
Lapisan-lapisan ini mungkin tidak selalu terlihat oleh pengguna rata-rata.
Namun, semuanya penting.
Karena semakin banyak chain yang masuk ke dalam ekosistem, semakin penting konektivitas.
Seorang developer tidak seharusnya harus menganggap setiap blockchain sebagai lingkungan yang benar-benar terisolasi.
Seorang pengguna tidak seharusnya harus memperlakukan setiap jaringan sebagai alam semesta yang terpisah.
Dan likuiditas tidak seharusnya harus tetap terjebak secara permanen dalam ekosistem masing-masing.
Peluang yang lebih besar adalah sebuah internet dari blockchain yang saling terhubung, di mana jaringan yang berbeda dapat bertukar nilai dan informasi sambil mempertahankan karakteristik ekosistem mereka sendiri.
Itulah arah yang dituju interoperabilitas.
Bukan satu chain yang menggantikan semua chain lainnya.
Bukan setiap aplikasi hidup di satu jaringan saja.
@justinsuntron
#TRONEcoStar @BitTorrent_Official
