Kesimpulan sekilas: Lempeng es Greenland barat laut Qaanaaq yang ditambatkan dengan batang aluminium selama 13 tahun oleh Universitas Hokkaido—2012–2025 total ketebalan seluruh kubah sekitar rugi −8,01±0,22 m setara air; gletser-gletser di sepanjang jalur aliran ekspor mengalami penurunan rata-rata permukaan sekitar 8,7 m, dan penipisan di dataran rendah masih terus dipercepat.

《Journal of Glaciology》 memberikan salah satu catatan darat berjangka panjang yang jarang di sisi barat laut: 6 stasiun pengukuran di sepanjang jalur aliran, ditambah sekitar 280 titik ketinggian serta GPS pada batang. Kecepatan aliran horizontal di area pencairan turun sekitar 8%–64%. Untuk dataran rendah (<500 m), dari 2012–2019 ke 2019–2025 penipisan makin cepat—sekitar setengahnya berasal dari melemahnya kecepatan kemunculan (“upwelling”) dari atas-mengisi-bawah (“up-bump-down”), sementara setengah lainnya karena neraca massa permukaan yang makin negatif; untuk ketinggian menengah–tinggi (>800 m), kemunculan menguat, kurang lebih mengimbangi kerugian permukaan yang lebih negatif. Siaran pers juga mengingatkan: luas gletser/kubah es di sekitarnya hanya sekitar 4% dari wilayah es Greenland, tetapi menyumbang sekitar 14% dari total kehilangan es 2018–2021.

Gambar: saluran aliran air lelehan (Ken Kondo) + pengukuran kedalaman parit salju (Shin Sugiyama); gambar asli siaran pers Universitas Hokkaido, bukan AI
Data hingga: Journal of Glaciology 2026-06-18 online; phys.org / tinjauan ulang siaran pers Universitas Hokkaido
#冰川 #格陵兰