Pasar pertanian bergerak berbeda arah saat kakao anjlok sementara kedelai bertahan stabil
🌾 Pasar pertanian menunjukkan kinerja yang beragam selama pekan 14–18 September, dengan kedelai AS masih mencatat kenaikan mingguan, sementara jagung dan gandum mendapat tekanan akibat percepatan progres panen dan penyesuaian posisi dana.
🌱 Kedelai terus mendapat dukungan dari permintaan Tiongkok, dengan sekitar 1 juta ton pasokan AS dibeli selama pekan tersebut dan tambahan 111.000 ton dilaporkan oleh USDA pada 18 September. Meski terjadi penarikan (pullback) pada sesi terakhir, pasar tetap diuntungkan oleh jendela musiman sebelum ketersediaan panen baru Brasil.
🌽 Jagung mengalami tekanan ketika panen AS mencapai sekitar 8% dari luas tanam, lebih cepat dari rata-rata lima tahun. Gandum tetap melemah karena dana mengurangi eksposur, sementara pasokan Laut Hitam yang harganya kompetitif terus membatasi respons pasar terhadap ekspor yang melambat dari Rusia dan Ukraina.
🍫 Kakao mencatat pergerakan paling tajam, dengan kontrak ICE Desember turun 7,7% pada sesi penutupan menjadi sekitar $5.330 per ton. Di samping tekanan teknis, ketegangan keuangan dalam rantai pembelian kakao Ghana terus menambah ketidakpastian pada pasar.
☕ Kopi juga mengalami pekan yang lemah karena cuaca Brasil yang cenderung menguntungkan dan prospek panen yang membaik menekan harga sebelum akhirnya terjadi pemulihan (rebound) menjelang akhir pekan. Gula tetap berada di bawah tekanan di dekat level terendah beberapa minggu karena minyak mentah yang lebih lemah mengurangi insentif untuk mengalihkan lebih banyak tebu ke produksi etanol.
🌴 Minyak sawit Malaysia turun pada Jumat, tetapi tetap menguat sekitar 1,7% untuk pekan tersebut. Memasuki pekan baru, pasar akan terus memantau perkembangan progres panen AS, permintaan kedelai Tiongkok, kondisi cuaca Brasil, serta perkembangan pasokan Laut Hitam.
#Agriculture $BTC $ETH $SOL
🌾 Pasar pertanian menunjukkan kinerja yang beragam selama pekan 14–18 September, dengan kedelai AS masih mencatat kenaikan mingguan, sementara jagung dan gandum mendapat tekanan akibat percepatan progres panen dan penyesuaian posisi dana.
🌱 Kedelai terus mendapat dukungan dari permintaan Tiongkok, dengan sekitar 1 juta ton pasokan AS dibeli selama pekan tersebut dan tambahan 111.000 ton dilaporkan oleh USDA pada 18 September. Meski terjadi penarikan (pullback) pada sesi terakhir, pasar tetap diuntungkan oleh jendela musiman sebelum ketersediaan panen baru Brasil.
🌽 Jagung mengalami tekanan ketika panen AS mencapai sekitar 8% dari luas tanam, lebih cepat dari rata-rata lima tahun. Gandum tetap melemah karena dana mengurangi eksposur, sementara pasokan Laut Hitam yang harganya kompetitif terus membatasi respons pasar terhadap ekspor yang melambat dari Rusia dan Ukraina.
🍫 Kakao mencatat pergerakan paling tajam, dengan kontrak ICE Desember turun 7,7% pada sesi penutupan menjadi sekitar $5.330 per ton. Di samping tekanan teknis, ketegangan keuangan dalam rantai pembelian kakao Ghana terus menambah ketidakpastian pada pasar.
☕ Kopi juga mengalami pekan yang lemah karena cuaca Brasil yang cenderung menguntungkan dan prospek panen yang membaik menekan harga sebelum akhirnya terjadi pemulihan (rebound) menjelang akhir pekan. Gula tetap berada di bawah tekanan di dekat level terendah beberapa minggu karena minyak mentah yang lebih lemah mengurangi insentif untuk mengalihkan lebih banyak tebu ke produksi etanol.
🌴 Minyak sawit Malaysia turun pada Jumat, tetapi tetap menguat sekitar 1,7% untuk pekan tersebut. Memasuki pekan baru, pasar akan terus memantau perkembangan progres panen AS, permintaan kedelai Tiongkok, kondisi cuaca Brasil, serta perkembangan pasokan Laut Hitam.
#Agriculture $BTC $ETH $SOL
