The Fed sudah menaikkan suku bunga, kenapa BTC tidak ikut turun?
Banyak orang paling sering melakukan kesalahan: menganggap bahwa kenaikan suku bunga pasti membuat BTC turun.
Padahal, yang selalu diperdagangkan pasar itu bukan apakah suku bunga dinaikkan, melainkan adanya perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan (expected vs. actual).
Kali ini kenaikan sebesar 25 basis poin sudah lebih dulu diperhitungkan pasar. Saat benar-benar terjadi, justru muncul sentimen sedikit bearish—"bearish sudah habis".
Yang lebih penting, pasar sebelumnya justru khawatir bahwa:
kenaikan suku bunga akan berlanjut, dan suku bunga akan terus didorong naik.
Namun kenyataannya, kali ini tidak lebih hawkish dari yang diperkirakan.
Akibatnya, dana mulai kembali mengisi aset berisiko.
Ditambah beberapa faktor lain:
Masuknya kembali ke BTC ETF, regulasi kripto yang terus membaik, serta posisi short yang sebelumnya terlalu banyak mulai melakukan buyback.
Jadi akhirnya terjadi:
The Fed menaikkan suku bunga, BTC justru naik.
Ini tidak berarti bahwa BTC setelah ini tidak akan takut pada kenaikan suku bunga.
Yang perlu dilihat sebenarnya adalah:
imbal hasil obligasi AS, suku bunga riil, dolar AS, dan arus dana ETF.
Kesimpulan singkat:
Kenaikan suku bunga menentukan tekanan makro, sedangkan perbedaan ekspektasi menentukan naik-turunnya jangka pendek.
Kalau semua orang sudah lebih dulu tahu akan ada kenaikan suku bunga, maka saat momen itu benar-benar terjadi, belum tentu itu langsung menjadi sentimen negatif.
Banyak orang paling sering melakukan kesalahan: menganggap bahwa kenaikan suku bunga pasti membuat BTC turun.
Padahal, yang selalu diperdagangkan pasar itu bukan apakah suku bunga dinaikkan, melainkan adanya perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan (expected vs. actual).
Kali ini kenaikan sebesar 25 basis poin sudah lebih dulu diperhitungkan pasar. Saat benar-benar terjadi, justru muncul sentimen sedikit bearish—"bearish sudah habis".
Yang lebih penting, pasar sebelumnya justru khawatir bahwa:
kenaikan suku bunga akan berlanjut, dan suku bunga akan terus didorong naik.
Namun kenyataannya, kali ini tidak lebih hawkish dari yang diperkirakan.
Akibatnya, dana mulai kembali mengisi aset berisiko.
Ditambah beberapa faktor lain:
Masuknya kembali ke BTC ETF, regulasi kripto yang terus membaik, serta posisi short yang sebelumnya terlalu banyak mulai melakukan buyback.
Jadi akhirnya terjadi:
The Fed menaikkan suku bunga, BTC justru naik.
Ini tidak berarti bahwa BTC setelah ini tidak akan takut pada kenaikan suku bunga.
Yang perlu dilihat sebenarnya adalah:
imbal hasil obligasi AS, suku bunga riil, dolar AS, dan arus dana ETF.
Kesimpulan singkat:
Kenaikan suku bunga menentukan tekanan makro, sedangkan perbedaan ekspektasi menentukan naik-turunnya jangka pendek.
Kalau semua orang sudah lebih dulu tahu akan ada kenaikan suku bunga, maka saat momen itu benar-benar terjadi, belum tentu itu langsung menjadi sentimen negatif.