💡 Pada bulan Desember 1924, di Jenewa, para produsen terbesar dunia untuk bohlam lampu—Philips, Osram, General Electric, Tungsram, dan Compagnie des Lampes—berkumpul secara rahasia dan membentuk kartel Phoebus.

Secara resmi, perjanjian tersebut bertujuan untuk “menstandarkan” penerangan listrik. Namun nyatanya, sebuah komite internal, dijuluki “Komite 1.000 Jam”, memberlakukan batas maksimum umur pakai untuk bohlam, padahal model-model terbaik pada masa itu sudah dapat bertahan sekitar 2.500 jam. Setiap perusahaan yang melampaui batas ini dikenai denda, yang dihitung berdasarkan skala tertentu yang diterapkan oleh sebuah laboratorium Swiss independen.

Hasilnya: antara 1926 dan 1933, rata-rata umur pakai bohlam turun dari sekitar 1.800 menjadi 1.200 jam. Banyak sejarawan industri menganggap episode ini sebagai kasus pertama yang terdokumentasi dari obsolesensi terencana yang dilakukan secara terorganisasi di tingkat global.

Kartel tersebut lenyap pada tahun 1939, di tengah proses penuntutan antitrust di Amerika Serikat dan Perang Dunia II.