Edward Leedskalnin membangun Château Corail di Florida selama 28 tahun, dimulai pada 1919. Ia menyelesaikan karya ini sendirian, terutama pada malam hari, dengan memindahkan balok batu berukuran beberapa ton. Pembangunan ini dilatarbelakangi oleh cintanya pada seorang perempuan yang menolak untuk menikah dengannya.
Metode yang digunakan Leedskalnin untuk memindahkan balok-balok besar tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Ia hanya menyatakan bahwa "ia telah menemukan rahasia pembangunan piramida Mesir".
Meskipun tubuhnya kecil, ia berhasil melakukan prestasi arsitektur yang dianggap mustahil untuk dilakukan oleh satu orang.
Château Corail menjadi situs yang penuh misteri dan sekaligus bukti kehebatan rekayasa yang terus memicu teori-teori. Sebagian komentator mengajukan berbagai dugaan, mulai dari bantuan pihak luar hingga teknik-teknik canggih seperti antigravitasi atau magnetisme.
Metode yang digunakan Leedskalnin untuk memindahkan balok-balok besar tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Ia hanya menyatakan bahwa "ia telah menemukan rahasia pembangunan piramida Mesir".
Meskipun tubuhnya kecil, ia berhasil melakukan prestasi arsitektur yang dianggap mustahil untuk dilakukan oleh satu orang.
Château Corail menjadi situs yang penuh misteri dan sekaligus bukti kehebatan rekayasa yang terus memicu teori-teori. Sebagian komentator mengajukan berbagai dugaan, mulai dari bantuan pihak luar hingga teknik-teknik canggih seperti antigravitasi atau magnetisme.
