$BR buku pesanan dipenuhi tembok jual, tapi kenapa harga masih bisa naik 160% dalam sehari?

$BR naik sekitar 160% dalam satu hari, tapi ada fenomena yang cukup menarik: di buku pesanan, jelas ada banyak order jual yang dipasang di 0.69, 0.70, 0.72, 0.74, 0.75, 0.80, namun harga tetap terus bergerak naik tanpa henti.

Dalam kondisi seperti ini, tembok jual tidak selalu berarti ada dana dalam jumlah besar yang benar-benar ingin menekan harga.

Jika harga terus mendekati tembok jual, tetapi order jual justru cepat habis (dimakan), bahkan tembok jual terus bergeser ke atas, itu menandakan antrian beli yang sebenarnya bisa jadi lebih kuat daripada yang terlihat dari order jual di permukaan.

Kemungkinan lain adalah memanfaatkan order jual besar untuk menciptakan kesan bahwa “tekanan di atas sangat berat”, sehingga para trader merasa harga tidak akan bisa naik lagi, lalu melakukan short lebih cepat.

Begitu harga terus naik, stop loss para short akan berubah menjadi order beli, yang selanjutnya ikut mendorong harga naik.
Jadi saat melihat $BR , jangan hanya menilai seberapa besar order jual—yang lebih penting adalah apakah tembok jual terus dimakan, serta bagaimana perubahan pada penarikan order (cancel), penambahan order (update), dan order beli yang bersifat agresif (active buy).

Namun kenaikan BR jangka pendek sudah sangat besar; ke depan juga ada jadwal unlock token, sehingga risiko volatilitas akan meningkat dengan jelas.

Tembok jual besar belum tentu tekanan—bisa juga sekadar jebakan untuk memancing short (induce sell/short). Intinya lihat apakah harga benar-benar bisa menyantap order jual tersebut.#Injective在Solana上线INJ