🚨 THE FED “MENGINVESTASIKAN” $15,6 MILIAR? BELUM TEPAT.
Para influencer kripto sudah berlari dengan judul yang menyebut bahwa Federal Reserve menyuntikkan $15,6B uang segar ke perekonomian.
Faktanya jauh lebih tidak dramatis.
The New York Fed membeli sekitar $15,6B dalam surat utang Treasury antara pertengahan September hingga pertengahan Oktober, tetapi sebagian besar itu adalah reinvestasi pokok dari sekuritas yang sebelumnya sudah dimiliki Fed.
Artinya, The Fed menggantikan aset yang jatuh tempo, bukan meluncurkan program quantitative easing baru.
Benar, pembelian itu menambah cadangan (reserves) ke sistem perbankan dan dapat mendukung likuiditas, tetapi pada dasarnya ini adalah operasi rutin neraca, bukan jenis stimulus besar yang kita lihat pada 2020–2022.
Untuk Bitcoin dan kripto, likuiditas tetap penting.
Namun investor sebaiknya memperhatikan perubahan nyata dalam kebijakan The Fed, cadangan, ukuran neraca, dan kondisi keuangan—bukan secara otomatis menganggap setiap pembelian The Fed sebagai sinyal pasar bull baru.
Data mengalahkan narasi.#btc #FedNews
Para influencer kripto sudah berlari dengan judul yang menyebut bahwa Federal Reserve menyuntikkan $15,6B uang segar ke perekonomian.
Faktanya jauh lebih tidak dramatis.
The New York Fed membeli sekitar $15,6B dalam surat utang Treasury antara pertengahan September hingga pertengahan Oktober, tetapi sebagian besar itu adalah reinvestasi pokok dari sekuritas yang sebelumnya sudah dimiliki Fed.
Artinya, The Fed menggantikan aset yang jatuh tempo, bukan meluncurkan program quantitative easing baru.
Benar, pembelian itu menambah cadangan (reserves) ke sistem perbankan dan dapat mendukung likuiditas, tetapi pada dasarnya ini adalah operasi rutin neraca, bukan jenis stimulus besar yang kita lihat pada 2020–2022.
Untuk Bitcoin dan kripto, likuiditas tetap penting.
Namun investor sebaiknya memperhatikan perubahan nyata dalam kebijakan The Fed, cadangan, ukuran neraca, dan kondisi keuangan—bukan secara otomatis menganggap setiap pembelian The Fed sebagai sinyal pasar bull baru.
Data mengalahkan narasi.#btc #FedNews