【AS jual 48 pesawat tempur F-35 ke Arab Saudi, tapi Selat Hormuz yang justru harusnya dikuasai malah terancam?🔥🛢️】

Grup chat: 📲 加入X先生的粉丝群聊

Pesan ini cukup menarik. AS akhirnya mengangguk pada Kamis ini. 48 unit F-35 akan dijual ke Arab Saudi.

Total harga 24,3 miliar dolar, plus 49 unit mesin💸. Kali ini Arab Saudi bukan cuma pembeli, tapi juga pihak yang dikepung.

Kelompok pemberontak Houthi belakangan ini bergerak sangat besar. Mereka menyerang Mokha di Yaman, ingin mencekik Selat Hormuz. Jalur air ini, seluruh minyak dunia harus lewat.

Perang di front Yaman itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Kali ini mereka ingin menguasai selat, dan ambisinya tidak kecil.

Kalau selat makin ketat, harga Brent langsung bereaksi. Saat ini masih berayun di bawah 105 dolar. Begitu harga minyak menanjak, inflasi ikut datang.

The Fed baru saja menaikkan suku bunga, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Yang paling ditakutkannya adalah harga minyak naik lagi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun baru saja berhenti dari tren kenaikan beruntun delapan hari. Emas juga naik; uang sedang mencari tempat bersembunyi.

Dolar, obligasi pemerintah AS, dan emas belakangan ini ada dalam satu naskah yang sama. Tak ada yang berani taruh besar.

Justru Bitcoin semalam malah naik. Sekarang mendekati 77.000 dolar, naik lebih dari sedikit. Uang sedang bertaruh pada dua hal.

Pertama, harga minyak jangan sampai lepas kendali, kedua, The Fed jangan lagi melakukan langkah. Dua hal ini, apa pun yang dikatakan orang, tidak ada yang bisa memastikan😅.

Yang menarik, uang muter dulu lalu balik lagi ke Amerika. Saham industri pertahanan, dolar, obligasi pemerintah AS—semuanya tak ada yang bisa kabur.

LoM-a yang jual pesawat tempur, kesepakatan ini bisa dinikmati dalam waktu lama. 48 pesawat tempur, jadwal produksinya harus berjalan bertahun-tahun.

Di Kongres masih ada 30 hari untuk menghambat kesepakatan ini. Sudah ada yang langsung melompat menentang, katanya teknologi tidak boleh bocor/keluar.

Tahun lalu AS dan Arab Saudi baru saja menandatangani penjualan militer senilai 14,2 miliar dolar. Tahun ini mereka menambah lagi, ritmenya tidak melambat sama sekali.

Arab Saudi tidak kekurangan minyak; yang kurang adalah rasa aman. Yaman terlalu dekat.

Uang dari kawasan Timur Tengah sejak lama sudah dipakai untuk penyelesaian melalui jalur kripto. Begitu situasi perang mengencang, jalur ini cuma akan makin sibuk.

Kalau harga minyak benar-benar melonjak, pihak kripto juga tidak akan terlalu bagus. Soalnya begitu inflasi mulai bergerak, suku bunga turun jangan harap.

📌 Yang dijual adalah pesawat tempur, yang dicekik adalah selatnya, dan yang membayar adalah harga minyak dunia.

Kamu pikir gelombang harga minyak ini bisa tembus 110? Atau ini cuma kekhawatiran yang berlebihan? Bahas di kolom komentar.