JPMorgan kali ini menyebut sebuah fenomena yang cukup menarik
Bukan berarti emas akan turun, juga bukan sekadar menyuruh semua orang berkhayal “segera terbang” begitu saja—melainkan dari posisi kepemilikan (posisi) institusional, BTC justru saat ini memiliki “porsi defensif” yang terlihat cukup jelas
Ruang obrolan: 看懂各大新闻
Setelah rapat bank sentral AS (The Fed) pada akhir Juli tahun ini, arus dana kembali masuk ke BTC dan ETF emas. Logikanya terutama karena kekhawatiran pasar terhadap penurunan nilai mata uang (devaluasi), defisit fiskal, serta ketidakpastian makroekonomi
Namun masalahnya, kecepatan pemulihan dana di kedua sisi tidaklah sama
ETF emas sudah hampir memulihkan seluruh arus dana keluar yang terjadi pada paruh awal tahun 2026, sedangkan ETF BTC saat ini baru memulihkan sekitar setengahnya
Yang lebih menarik lagi adalah IBIT
Data dari JPMorgan menunjukkan bahwa short position (posisi jual/bear) milik IBIT yang dikelola BlackRock saat ini mendekati level tertinggi tahun ini, sementara short position pada ETF emas GLD justru berada di bawah rata-rata historis
Pasar opsi juga menunjukkan pola serupa: open interest Put/Call IBIT jelas lebih tinggi dibandingkan GLD. Ini mengindikasikan kebutuhan perlindungan (hedging) institusi terhadap penurunan harga BTC masih lebih berat
Hal ini kemudian menghasilkan struktur dana yang cukup “unik”
Saat ini bukan berarti institusi sama sekali tidak menyentuh BTC, tetapi di satu sisi mereka mengalokasikan dana, di sisi lain mereka juga melakukan perlindungan menggunakan short dan opsi
Jadi jika nantinya sentimen pasar membaik dan kebutuhan hedging mulai turun, porsi defensif yang semula menekan BTC berpotensi justru berbalik menjadi penopang harga
BTC sekarang tidak hanya menghadapi pertanyaan “apakah ada dana yang masuk?”, tetapi juga harus dilihat berapa banyak dari dana institusional yang sudah masuk tersebut benar-benar untuk defensif dan berapa yang memang siap untuk investasi jangka panjang
Inilah mengapa JPMorgan berpendapat bahwa jika kebutuhan hedging dari ETF terus menurun, BTC berpotensi mendapatkan dukungan yang lebih besar dibandingkan emas
Tentu saja, logika ini tidak berarti bahwa #BTC pasti akan langsung mengungguli emas
Saat ini, kecepatan pemulihan dana ETF emas masih lebih cepat. ETF BTC hanya mengembalikan sebagian dari dana yang sebelumnya keluar, dan dalam waktu dekat, inflasi, real yield (imbal hasil riil), serta ketidakpastian regulasi kripto tetap akan memengaruhi ritme alokasi institusi
Jadi ke depan, yang benar-benar layak dicermati bukan hanya net inflow ETF
Melainkan juga short position IBIT, struktur Put/Call, serta apakah porsi defensif ini mulai menurun
Jika data-data tersebut benar-benar berubah, barulah itu bisa menjadi sinyal yang lebih langsung bahwa sentimen pasar berpotensi berbalik
Bukan berarti emas akan turun, juga bukan sekadar menyuruh semua orang berkhayal “segera terbang” begitu saja—melainkan dari posisi kepemilikan (posisi) institusional, BTC justru saat ini memiliki “porsi defensif” yang terlihat cukup jelas
Ruang obrolan: 看懂各大新闻
Setelah rapat bank sentral AS (The Fed) pada akhir Juli tahun ini, arus dana kembali masuk ke BTC dan ETF emas. Logikanya terutama karena kekhawatiran pasar terhadap penurunan nilai mata uang (devaluasi), defisit fiskal, serta ketidakpastian makroekonomi
Namun masalahnya, kecepatan pemulihan dana di kedua sisi tidaklah sama
ETF emas sudah hampir memulihkan seluruh arus dana keluar yang terjadi pada paruh awal tahun 2026, sedangkan ETF BTC saat ini baru memulihkan sekitar setengahnya
Yang lebih menarik lagi adalah IBIT
Data dari JPMorgan menunjukkan bahwa short position (posisi jual/bear) milik IBIT yang dikelola BlackRock saat ini mendekati level tertinggi tahun ini, sementara short position pada ETF emas GLD justru berada di bawah rata-rata historis
Pasar opsi juga menunjukkan pola serupa: open interest Put/Call IBIT jelas lebih tinggi dibandingkan GLD. Ini mengindikasikan kebutuhan perlindungan (hedging) institusi terhadap penurunan harga BTC masih lebih berat
Hal ini kemudian menghasilkan struktur dana yang cukup “unik”
Saat ini bukan berarti institusi sama sekali tidak menyentuh BTC, tetapi di satu sisi mereka mengalokasikan dana, di sisi lain mereka juga melakukan perlindungan menggunakan short dan opsi
Jadi jika nantinya sentimen pasar membaik dan kebutuhan hedging mulai turun, porsi defensif yang semula menekan BTC berpotensi justru berbalik menjadi penopang harga
BTC sekarang tidak hanya menghadapi pertanyaan “apakah ada dana yang masuk?”, tetapi juga harus dilihat berapa banyak dari dana institusional yang sudah masuk tersebut benar-benar untuk defensif dan berapa yang memang siap untuk investasi jangka panjang
Inilah mengapa JPMorgan berpendapat bahwa jika kebutuhan hedging dari ETF terus menurun, BTC berpotensi mendapatkan dukungan yang lebih besar dibandingkan emas
Tentu saja, logika ini tidak berarti bahwa #BTC pasti akan langsung mengungguli emas
Saat ini, kecepatan pemulihan dana ETF emas masih lebih cepat. ETF BTC hanya mengembalikan sebagian dari dana yang sebelumnya keluar, dan dalam waktu dekat, inflasi, real yield (imbal hasil riil), serta ketidakpastian regulasi kripto tetap akan memengaruhi ritme alokasi institusi
Jadi ke depan, yang benar-benar layak dicermati bukan hanya net inflow ETF
Melainkan juga short position IBIT, struktur Put/Call, serta apakah porsi defensif ini mulai menurun
Jika data-data tersebut benar-benar berubah, barulah itu bisa menjadi sinyal yang lebih langsung bahwa sentimen pasar berpotensi berbalik
