Era uang Jepang yang murah akan segera berakhir, dan pasar global kini memperhatikannya.
Bank of Japan telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi sejak 1995. Keputusan ini terbelah 7-2, dengan anggota dewan Toichiro Asada dan Ayano Sato menolak kenaikan tersebut.
* Apa yang Mendorong Pergerakan Ini?
Tekanan inflasi telah meningkat karena perang di Iran telah mendorong harga minyak naik tajam, pukulan berat bagi Jepang, yang mengimpor hampir seluruh minyaknya. Yen yang melemah ikut menambah tekanan. Dolar diperdagangkan di sekitar 155 yen setelah sebelumnya menembus di atas 160 pada awal tahun ini. BOJ mengatakan mereka bertindak karena risiko inflasi dapat melampaui target 2% mereka.
* Gelombang Pengetatan Global
Jepang tidak sendirian. Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya minggu ini untuk pertama kalinya sejak 2023, dan Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga acuannya menjadi 2,5% pekan lalu. Bank-bank sentral besar kini melakukan pengetatan bersama-sama.
⚠️ Mengapa Investor Kripto Harus Peduli
Selama puluhan tahun, suku bunga yang sangat rendah membuat yen menjadi mata uang pendanaan global yang murah. Para trader meminjam yen untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi, termasuk kripto. Saat biaya pinjaman naik, "carry trade" itu menjadi lebih mahal, dan pelepasan posisi dapat memaksa penjualan di seluruh aset berisiko. Pasar masih ingat Agustus 2024, ketika pembalikan carry trade yen membuat kripto dan saham terpuruk.
👀$ Yang Perlu Ditonton Berikutnya
Perhatikan kekuatan yen dan langkah berikutnya dari BOJ. Para analis mengatakan kemungkinan ada kenaikan lagi yang bisa datang nanti tahun ini atau awal tahun depan. Suku bunga yang meningkat dan pasar yang berputar dapat berarti volatilitas yang lebih tinggi untuk $BTC, $SOL dan $ZEC.
Apakah ini awal pergeseran risk-off, atau peluang membeli yang terselubung? 👇
#BoJHikesRatesTo31YearHigh #BoJ #BeritaKripto #Perdagangan
$ZEC $SOL$BTC