Binance Square Saham AS Harian|9/18 Sorotan Pasar AS: Setelah The Fed menaikkan suku bunga, saham teknologi lebih dulu pulih, suku bunga tetap menjadi uji tekanan

Hari ini arus utama saham AS bukan sekadar mengejar kenaikan (FOMO), melainkan “pemulihan risk appetite setelah kenaikan suku bunga terwujud”. Snapshot pasar terbaru: S&P 500 sekitar 7.637,76, naik 0,61% dari hari perdagangan sebelumnya; Nasdaq 100 sekitar 29.446,98, naik 1,18%; Dow Jones sekitar 51.778,04, turun 0,55%. Di sisi futures, Nasdaq 100 sempat lebih kuat, sekitar naik 2,25%. VIX turun ke 15,44, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sekitar 4,947%. Pasar kripto ikut menghangat: BTC sekitar 77.540 USDT, +1,42% (24 jam); ETH sekitar 2.485 USDT, +1,79% (24 jam).

Pertama, The Fed masih menjadi variabel inti. Pernyataan resmi Fed menunjukkan FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 bp dengan suara 12 banding 0, sehingga suku bunga dana federal berada pada kisaran 3,75% hingga 4,00%, dengan alasan aktivitas ekonomi tetap solid dan inflasi masih relatif tinggi. Pasar jangka pendek sedikit lega karena ketidakpastian sudah “mendarat”, tetapi ini bukan sinyal pelonggaran—melainkan “prioritas tetap pada ketahanan melawan inflasi”. Reuters juga menyebut, pelaku pasar menaikkan peluang The Fed menaikkan suku bunga lagi pada Oktober menjadi sekitar 51%.

Kedua, data makro sementara mendukung narasi soft landing. Reuters melaporkan jumlah klaim pengangguran awal AS turun menjadi 196K, menandakan pasar tenaga kerja masih memiliki daya tahan. Ini membawa dua sisi bagi bursa: fundamental tidak buruk, mendukung ekspektasi laba; namun jika tenaga kerja terlalu stabil, The Fed akan punya ruang lebih besar untuk tetap hawkish.

Ketiga, teknologi dan AI kembali menjadi arah penempatan dana yang diuji. Saham teknologi besar memantul; tema infrastruktur cloud dan AI kembali bergairah. Namun, pergerakan pasar juga terpecah: sebagian saham neocloud dan terkait penyimpanan energi justru tertekan. Ini mengingatkan kita bahwa pasar bersedia membeli cerita AI, tetapi sekarang lebih selektif: perusahaan yang mampu mengubah belanja/penempatan AI menjadi pendapatan, arus kas, dan order yang terlihat—lebih berpeluang memperoleh valuasi premium.

Keempat, harga minyak dan imbal hasil obligasi jangka panjang adalah dua “rem” bagi risk appetite. WTI sekitar 100,99; meski lebih rendah dibanding nilai sebelumnya, tetap berada di level tinggi. Jika energi kembali mendorong ekspektasi inflasi, valuasi saham teknologi dan aset kripto akan ikut tertekan.

Pelajaran untuk crypto: hari ini BTC dan ETH ikut pulih seiring Nasdaq dan aset berisiko, tetapi ini lebih mirip rebound likuiditas dan sentimen, bukan tren yang benar-benar independen. Pandangan saya: risk appetite jangka pendek membaik, tetapi selama imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih mendekati 5% dan peluang The Fed menaikkan suku bunga lagi belum turun, sebaiknya tidak terlalu mengejar kenaikan harga. Prioritaskan memantau apakah Nasdaq 100 dapat melanjutkan kekuatan, dan apakah ETH terus mengungguli BTC.