China Menjadi Variabel yang Lebih Besar di Pasar Minyak
🛢 Selama enam bulan pertama perang Iran, impor minyak China turun 23% year over year karena Beijing memperlambat penimbunan, mulai menarik sebagian dari persediaannya, dan para perajin mengurangi tingkat operasi.
📉 Goldman Sachs memperkirakan bahwa pada akhir Agustus, harga minyak sekitar $10 per barel lebih rendah dibandingkan jika China mempertahankan laju pembelian sebelum perang. Ini adalah perkiraan tandingan (counterfactual), tetapi menunjukkan betapa kuatnya permintaan China dapat memengaruhi harga global.
⚙️ Pengaruh China juga meluas ke produk olahan, karena pembatasan ekspor solar, bensin, dan bahan bakar jet telah memperketat pasokan bahan bakar di beberapa bagian Asia.
🌏 Alih-alih mengendalikan pasokan seperti OPEC, China semakin bertindak sebagai “pembeli pengimbang” (swing buyer), menggunakan skala impor, persediaan, dan kapasitas pengilangan untuk memengaruhi permintaan marjinal di pasar minyak.
#OilMarket $CL $NATGAS
🛢 Selama enam bulan pertama perang Iran, impor minyak China turun 23% year over year karena Beijing memperlambat penimbunan, mulai menarik sebagian dari persediaannya, dan para perajin mengurangi tingkat operasi.
📉 Goldman Sachs memperkirakan bahwa pada akhir Agustus, harga minyak sekitar $10 per barel lebih rendah dibandingkan jika China mempertahankan laju pembelian sebelum perang. Ini adalah perkiraan tandingan (counterfactual), tetapi menunjukkan betapa kuatnya permintaan China dapat memengaruhi harga global.
⚙️ Pengaruh China juga meluas ke produk olahan, karena pembatasan ekspor solar, bensin, dan bahan bakar jet telah memperketat pasokan bahan bakar di beberapa bagian Asia.
🌏 Alih-alih mengendalikan pasokan seperti OPEC, China semakin bertindak sebagai “pembeli pengimbang” (swing buyer), menggunakan skala impor, persediaan, dan kapasitas pengilangan untuk memengaruhi permintaan marjinal di pasar minyak.
#OilMarket $CL $NATGAS
