#Arbitrum
Arbitrum melonjak 12% karena pendapatan naik 5x – Bisakah ARB menembus $0,19?
Arbitrum [$ARB ] naik 12,18% dalam 24 jam, seiring meningkatnya minat institusional dan pendapatan jaringan yang terus berkembang menguatkan fondasi reli tersebut.
Selain reli, Standard Chartered baru-baru ini memulai $ARB coverage dan menetapkan target harga $10 untuk tahun 2030.
Kabarnya, bank tersebut menyebut infrastruktur Arbitrum kelas perusahaan sebagai pendorong utama di balik prospek harga jangka panjangnya.
Di tempat lain, aktivitas Robinhood Chain juga memperkuat profil pendapatan jaringan secara signifikan. Perkiraan pendapatan bulanan Arbitrum melonjak menjadi sekitar $5 juta, mencerminkan peningkatan lima kali lipat dibanding periode Juli.
Dengan demikian, reli tersebut selaras dengan membaiknya ekonomi jaringan, bukan semata bergantung pada permintaan pasar yang spekulatif.
Selain itu, volume perdagangan $ARB 24 jam juga bertambah 5,25% menjadi $561,52 juta. Namun, posisi derivatif menunjukkan bahwa para trader belum sepenuhnya menerima latar fundamental jaringan yang membaik.
Short seller menghadapi tekanan yang kian meningkat
Yang perlu dicatat, reli harga yang terus naik semakin menantang posisi derivatif yang bearish seiring harga memperpanjang pembalikan.
Menurut analitik CoinGlass, likuidasi short telah mencapai $238,64K selama reli berlangsung, dibanding $97,75K pada likuidasi long.
Akibatnya, pihak short mengalami likuidasi nyaris 2,4 kali lipat dibanding yang tercatat pada leveraged longs.
Yang penting, ketidakseimbangan tersebut berkorelasi dengan kenaikan harga $ARB , yang memberi tekanan pada trader yang bertaruh melawan pemulihan harga.
Namun, profil likuidasi saja tidak menunjukkan adanya keyakinan derivatif bullish yang meluas. Kondisi pendanaan di sekitar $ARB masih cenderung bearish, meski lintasan terbaru menunjukkan adanya pergeseran momentum yang penting.#Write2Earn #ARB $ARB
Arbitrum melonjak 12% karena pendapatan naik 5x – Bisakah ARB menembus $0,19?
Arbitrum [$ARB ] naik 12,18% dalam 24 jam, seiring meningkatnya minat institusional dan pendapatan jaringan yang terus berkembang menguatkan fondasi reli tersebut.
Selain reli, Standard Chartered baru-baru ini memulai $ARB coverage dan menetapkan target harga $10 untuk tahun 2030.
Kabarnya, bank tersebut menyebut infrastruktur Arbitrum kelas perusahaan sebagai pendorong utama di balik prospek harga jangka panjangnya.
Di tempat lain, aktivitas Robinhood Chain juga memperkuat profil pendapatan jaringan secara signifikan. Perkiraan pendapatan bulanan Arbitrum melonjak menjadi sekitar $5 juta, mencerminkan peningkatan lima kali lipat dibanding periode Juli.
Dengan demikian, reli tersebut selaras dengan membaiknya ekonomi jaringan, bukan semata bergantung pada permintaan pasar yang spekulatif.
Selain itu, volume perdagangan $ARB 24 jam juga bertambah 5,25% menjadi $561,52 juta. Namun, posisi derivatif menunjukkan bahwa para trader belum sepenuhnya menerima latar fundamental jaringan yang membaik.
Short seller menghadapi tekanan yang kian meningkat
Yang perlu dicatat, reli harga yang terus naik semakin menantang posisi derivatif yang bearish seiring harga memperpanjang pembalikan.
Menurut analitik CoinGlass, likuidasi short telah mencapai $238,64K selama reli berlangsung, dibanding $97,75K pada likuidasi long.
Akibatnya, pihak short mengalami likuidasi nyaris 2,4 kali lipat dibanding yang tercatat pada leveraged longs.
Yang penting, ketidakseimbangan tersebut berkorelasi dengan kenaikan harga $ARB , yang memberi tekanan pada trader yang bertaruh melawan pemulihan harga.
Namun, profil likuidasi saja tidak menunjukkan adanya keyakinan derivatif bullish yang meluas. Kondisi pendanaan di sekitar $ARB masih cenderung bearish, meski lintasan terbaru menunjukkan adanya pergeseran momentum yang penting.#Write2Earn #ARB $ARB

