SEC mendadak mengeluarkan “paket hadiah besar”, apakah pasar saham AS di blockchain akan benar-benar berubah total?
Sobat sekalian, pada 17 September SEC melakukan gebrakan besar: mereka mengeluarkan sebuah “Innovation Exemption” (Perintah Pengecualian Inovasi). Kalau dibulatkan, itu seperti aturan inti dalam (clear bill) yang belum lolos, langsung diwujudkan lewat perintah administratif!
1️⃣ Memberi lampu hijau penuh untuk DEX
Membuat platform perdagangan saham tokenisasi (SEC menyebutnya TSV), selama menggunakan liquidity pool berbasis AMM untuk mencocokkan transaksi, untuk sementara tidak akan dianggap sebagai “bursa”, sehingga tidak perlu melewati proses pendaftaran yang rumit!
Orang yang menjadi market maker dengan menggunakan uang mereka sendiri di dalam pool, dan juga pihak yang memasang kuotasi, tidak termasuk “dealer” (perantara). Dua pengecualian ini berlaku selama 5 tahun, dan akan otomatis gugur saat masa berakhir.
2️⃣ “Gelang ketat” ala SEC juga belum selesai
Manis ini tidak gratis—ada juga batasannya:
Token harus memiliki hak yang sama seperti saham tradisional (hak atas dividen + hak suara). Token “exposure sintetis” yang hanya melacak harga langsung pergi saja!
Pihak ketiga yang akan tokenisasi saham harus terlebih dahulu memberi pemberitahuan tertulis kepada perusahaan penerbit; perusahaan berhak mengatakan “Tidak”!
Objek perdagangan dan volume perdagangan memiliki batas maksimum.
AMM harus berbasis izin (Permissioned), ada ambang KYC—bukan sesuatu yang bisa dipakai transaksi sembarangan hanya dengan punya dompet.
Harus secara berkala mengungkapkan data yang diberi nilai dalam dolar AS (harga, volume transaksi, timestamp, alamat pool, dll.).
3️⃣ Bursa tradisional panik!
Keluarga “World Federation of Exchanges (WFE)” milik Nasdaq, Cboe, dan CME sudah secara terbuka mengirim surat protes, mengatakan pengecualian seperti itu akan mengencerkan perlindungan bagi investor dan membuka jalur regulasi yang cepat bagi platform kripto.
Memang benar, di satu sisi bursa terpusat harus menerapkan KYC dengan keras, sementara di sisi lain DEX on-chain tidak perlu. Kenapa mereka harus terburu-buru?
Lihat kondisi sekarang: Kraken (xStocks) dan Robinhood (Stock Tokens) sama-sama mengerjakan saham AS di rantai, tetapi pada dasarnya modelnya offshore; mayoritas hanya exposure dividen berbasis harga. Bahkan Robinhood adalah sekuritas utang yang ditokenisasi, dan pemegangnya bahkan tidak punya hak suara. Setelah aturan baru SEC keluar, hak investor memang akan lebih terlindungi.
4️⃣ Pemenang terbesar akhirnya muncul: Uniswap 🦄
Aturan baru mewajibkan AMM berbasis izin, dan ini bukan hal yang sama dengan DEX open-access saat ini. Saat ini, JPMorgan Onyx bersama Otoritas Moneter Singapura sudah menjalankan Project Guardian (versi modifikasi Uniswap + akses berbasis izin) dan jalur ini sudah terbukti berjalan.
Siapa yang paling diuntungkan? Arsitektur hooks Uniswap V4!
Hooks memungkinkan developer menambahkan aturan kustom di logika pool (misalnya whitelist/KYC). Artinya bisa “membungkus” mesin AMM Uniswap agar menjadi versi yang patuh (compliant).
Yang lebih gila: tahun lalu Desember, Uniswap sudah membuka fee switch (protokol mengambil biaya, pemegang koin membakar UNI untuk mendapatkan aset senilai). Begitu industri semua memakai solusi V4 + buyback dan burn token, gambarnya terlalu indah—rasanya tidak berani membayangkan~
Saat ini, semua bursa sedang berusaha menguatkan blockchain mereka sendiri; sulit dipastikan siapa yang akan menang, tetapi peta persaingan DEX tergolong lebih jelas.
Orang Amerika ingin tokenisasi aset menggantikan obligasi pemerintah AS menjadi jalur baru masuknya dolar AS, meski hambatannya banyak, trennya benar-benar datang.$UNI $HYPE



