Pemerintah AS telah menggunakan alat pencarian berbasis AI yang dikembangkan di Tiongkok di situs web resminya. Menurut FBI, alat AI Tiongkok ini telah menyalin teknologi dari Anthropic, sebuah perusahaan AI berbasis di AS. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait keamanan karena teknologi asing diintegrasikan ke sistem pemerintahan tanpa penilaian yang semestinya. Penilaian FBI menunjukkan potensi kekhawatiran terkait kekayaan intelektual serta kemungkinan kerentanan keamanan. Kini, lembaga-lembaga pemerintah sedang meninjau penggunaan alat AI yang dikembangkan dari luar negeri, dengan potensi perubahan kebijakan yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang. Insiden ini menyoroti tantangan yang semakin besar dalam mengamankan rantai pasokan AI seiring lembaga pemerintah semakin banyak mengadopsi teknologi kecerdasan buatan.