SNR (Supply, Demand & Liquidity) adalah kerangka sederhana berbasis price action yang digunakan untuk mengidentifikasi area penting di mana tekanan beli dan jual mungkin muncul.


Dalam contoh di atas, model berfokus pada tiga elemen kunci:

🔴 Zona Supply — Area di mana tekanan jual yang kuat mungkin muncul. Harga dapat bereaksi atau bergerak
lebih rendah setelah kembali ke zona ini.

🟢 Zona Demand — Area di mana tekanan beli mungkin muncul. Harga dapat bereaksi atau bergerak lebih tinggi
setelah kembali ke zona ini.

🟣 Likuiditas — Area di sekitar high/low yang jelas di mana order stop dapat terkonsentrasi. Harga
mungkin menyapu level-level ini sebelum melakukan pergerakan yang lebih kuat.

📈 Contoh Bullish

Harga pertama kali berinteraksi dengan likuiditas lalu bergerak masuk/sekitar area demand. Setelah konfirmasi dan perubahan struktur pasar, trader dapat mencari setup buy potensial dari demand, dengan area likuiditas atau resistance berikutnya sebagai target potensial.


📉 Contoh Bearish

Harga bereaksi di sekitar zona supply sementara likuiditas diambil di dekat puncak/terendah sebelumnya. Setelah konfirmasi bearish atau terjadi perubahan struktur, trader dapat mencari setup sell potensial, menargetkan area demand/likuiditas yang lebih rendah.


🔑 Proses Model SNR

1. Identifikasi Supply & Demand → 2. Tandai Likuiditas → 3. Tunggu Likuiditas Disapu → 4. Cari
Konfirmasi → 5. Masukkan Setelah Konfirmasi → 6.


Kelola Tips Manajemen Risiko

1. Risiko hanya 1–2% per transaksi

Jangan pernah menempatkan porsi besar dari akun Anda dalam risiko pada satu transaksi. Ukur ukuran posisi Anda berdasarkan jarak stop-loss Anda.

2. Selalu gunakan Stop-Loss (SL)

Tempatkan SL pada level invalidasi yang logis, bukan secara acak. Tentukan SL dan Take-Profit (TP) sebelum masuk ke transaksi.