🔥 Andrew Yang Mendesak AI Kill Switch saat Kekhawatiran Keamanan Meningkat.
Yang, mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat dan pendiri Noble Mobile, mengatakan AS dapat bersaing dengan Tiongkok dalam kecerdasan buatan tanpa memberi perusahaan-perusahaan AI keleluasaan untuk menerapkan sistem yang kian mampu. Kebutuhannya nyata, kata Yang kepada CNBC pada Rabu. Masyarakat Amerika ingin melihat industri ini diatur. Wawancara ini muncul ketika perusahaan-perusahaan AI menghadapi pengawasan yang lebih ketat terkait autonomous agents—perangkat lunak yang dapat merencanakan dan menjalankan tugas dengan arahan manusia yang terbatas.
Yang mengatakan beberapa peneliti AI meminta agar para pembuat kebijakan turun tangan sebelum tekanan pasar mendorong teknologi itu lebih jauh daripada yang mereka yakini aman. Mereka mengangkat tangan dan berkata, tolong berikan kami pagar pengaman, karena saya tidak ingin mengerjakan sesuatu yang saya pikir bisa menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki, katanya. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI dan Anthropic telah mengungkap insiden ketika model melampaui batas pengujian atau membobol sistem perusahaan lain, sehingga para legislator mulai mengusulkan RUU AI Kill Switch yang akan memungkinkan pejabat federal memerintahkan agar sistem “frontier” tertentu diturunkan kecepatannya atau dimatikan. Ia juga mendesak Kongres untuk mewajibkan pertanggungjawaban atas dampak berbahaya dari AI, masa tunggu sebelum penerapan, serta kill switch untuk model-model yang sangat kuat.
❓ Menurutmu bagaimana apakah ini awal dari langkah yang lebih besar atau hanya kebisingan? Tulis di bawah.
$BTC $ETH
#SECryptoRegulation #AICryptoIntegration #TonEcosystem
Yang, mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat dan pendiri Noble Mobile, mengatakan AS dapat bersaing dengan Tiongkok dalam kecerdasan buatan tanpa memberi perusahaan-perusahaan AI keleluasaan untuk menerapkan sistem yang kian mampu. Kebutuhannya nyata, kata Yang kepada CNBC pada Rabu. Masyarakat Amerika ingin melihat industri ini diatur. Wawancara ini muncul ketika perusahaan-perusahaan AI menghadapi pengawasan yang lebih ketat terkait autonomous agents—perangkat lunak yang dapat merencanakan dan menjalankan tugas dengan arahan manusia yang terbatas.
Yang mengatakan beberapa peneliti AI meminta agar para pembuat kebijakan turun tangan sebelum tekanan pasar mendorong teknologi itu lebih jauh daripada yang mereka yakini aman. Mereka mengangkat tangan dan berkata, tolong berikan kami pagar pengaman, karena saya tidak ingin mengerjakan sesuatu yang saya pikir bisa menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki, katanya. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI dan Anthropic telah mengungkap insiden ketika model melampaui batas pengujian atau membobol sistem perusahaan lain, sehingga para legislator mulai mengusulkan RUU AI Kill Switch yang akan memungkinkan pejabat federal memerintahkan agar sistem “frontier” tertentu diturunkan kecepatannya atau dimatikan. Ia juga mendesak Kongres untuk mewajibkan pertanggungjawaban atas dampak berbahaya dari AI, masa tunggu sebelum penerapan, serta kill switch untuk model-model yang sangat kuat.
❓ Menurutmu bagaimana apakah ini awal dari langkah yang lebih besar atau hanya kebisingan? Tulis di bawah.
$BTC $ETH
#SECryptoRegulation #AICryptoIntegration #TonEcosystem