$BTC$CL Pasar keuangan dunia telah mengalami perubahan penting: Federal Reserve AS (Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga kisaran acuannya naik dari 3,75% menjadi 4,00%. Ini merupakan kenaikan pertama dengan jenis yang sama dalam lebih dari tiga tahun, sebuah langkah yang didorong oleh tekanan inflasi yang masih persisten dan tingginya biaya energi global.

Sejarah ekonomi mengajarkan bahwa bank sentral jarang melakukan satu kali kenaikan lalu berhenti. Jika kita melihat ke belakang, siklus pengetatan moneter pada 2022 meninggalkan cermin yang sangat jelas bagi Bitcoin. Saat itu, setelah kenaikan suku bunga pertama, kripto sempat mengalami pemulihan singkat sebagai bentuk kelegaan, sebelum kemudian tunduk pada tekanan jual yang kuat di pasar yang sangat tertekan akibat minimnya likuiditas global.

Saat ini, dengan inflasi umum yang telah melampaui target dan adanya guncangan energi baru yang membuat harga minyak tetap tinggi, imbal hasil obligasi Treasury melonjak tajam. Hal ini mengurangi daya tarik sementara aset berisiko dan menempatkan Bitcoin pada tantangan yang kompleks ketika mendekati tahun pertama pasar beruangnya.

Apakah menurut Anda siklus suku bunga tinggi baru dari Fed ini akan memperpanjang koreksi pasar kripto, atau Bitcoin mampu mematahkan tren sebelum akhir tahun?

#noticias