(Berdasarkan informasi dari laporan publik yang telah dirangkum)El Salvador menjadi yang pertama di dunia yang menetapkan Bitcoin sebagai mata uang yang sah pada tahun 2021, lalu terus menjalankan strategi pembelian rutin (DCA) setiap hari. Baru-baru ini, kepemilikannya telah meningkat menjadi 7777 BTC. Angka ini terasa sangat simbolis, sekaligus mengirimkan sinyal tekad untuk memegang dalam jangka panjang.

Ada dua fakta yang patut diperhatikan: pertama, meskipun Perjanjian pinjaman 1,5 miliar dolar AS dengan Dana Moneter Internasional (IMF) menuntut El Salvador untuk mengurangi eksposur terhadap Bitcoin, negara tersebut tidak justru menjual. Sebaliknya, ia menambah kepemilikan melalui proyek Citizenship-by-BTC seperti “Bitcoin Passport”, sehingga dengan “suara lewat tindakan” menunjukkan bahwa negara berdaulat pun dapat menjadikan Bitcoin sebagai cadangan strategis; kedua, kepemilikannya sudah memperoleh keuntungan yang belum direalisasi (floating profit). Kantor kepresidenan berkali-kali memublikasikan alamat dompet kepemilikan, sehingga transparansinya jauh melampaui banyak institusi.

Pendapat saya adalah: lebih dari 7700 BTC mungkin tidak terlalu berarti bagi negara-negara besar, tetapi bagi negara kecil dengan PDB hanya lebih dari 3 miliar dolar AS, ini adalah penataan yang nyata—bukti pembelian yang bernilai—dan sekaligus menjadi eksperimen pengimbangan (hedging) terhadap dominasi dolar AS. Ketika semakin banyak negara mulai membahas cadangan strategis Bitcoin, nilai dari “laboratorium” El Salvador akan dinilai ulang.

Tentu saja, risikonya juga nyata: volatilitas harga, kendala dari IMF, serta tingkat penggunaan dalam negeri yang tidak tinggi—semuanya menjadi kekhawatiran. Namun setidaknya hal ini membuktikan bahwa strategi DCA juga layak dilakukan pada level negara. Waktu akan memberikan jawabannya.

#ElSalvadorBTCHoldingsRiseTo7777

#BTC $BTC