【680 Pengguna Aset Kripto Datanya Disasar? Peretas Minta 6000 XMR 🔥】
💬进群跟进黑客最新动向

Revolut baru-baru ini mengungkap adanya insiden kebocoran data pelanggan, dan kini muncul perkembangan baru: sekelompok peretas mengklaim telah memiliki data sekitar 680 pelanggan aset kripto, serta meminta Revolut membayar 6000 koin Monero (XMR)—sekitar 3 juta dolar AS—atau mereka akan mengancam untuk menjual data tersebut.

Namun ada detail penting di sini: saat ini Revolut menyatakan bahwa mereka belum menerima permintaan tebusan langsung dari peretas. Artinya, klaim peretas tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh Revolut.

Tapi, kebocoran data itu sendiri memang nyata.

Sebelumnya, Revolut mengonfirmasi bahwa penyerang menggunakan permintaan palsu dari lembaga pemerintah untuk mendapatkan sebagian informasi pelanggan, yang mungkin mencakup data identitas, informasi akun, catatan transaksi, bahkan data transaksi Bitcoin. Perusahaan menyatakan dana pelanggan dan sistem inti tidak terdampak.

Lantas, apa hubungannya dengan dunia kripto?

Yang benar-benar patut diperhatikan bukanlah 6000 XMR, melainkan fakta bahwa “informasi identitas + catatan transaksi aset kripto” jika berhasil dikaitkan, dapat meningkatkan risiko penipuan yang sangat terarah, phishing, bahkan serangan yang menargetkan pengguna bernilai kekayaan tinggi.

📌 Kejadian ini kembali mengingatkan kita: keamanan aset kripto bukan hanya melindungi kunci privat dompet, tetapi juga informasi identitas dan catatan transaksi. Selanjutnya, kita perlu memantau apakah peretas benar-benar mempublikasikan data tersebut, serta hasil investigasi lanjutan dari Revolut.
#revolut