$TRUMP
$XAUT
$CL
Minyak
Analis komoditas di Standard Chartered memperkirakan harga minyak akan tetap didukung pada level yang tinggi, mengingat ketegangan yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya risiko fisik terhadap ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk—meskipun harga sempat turun baru-baru ini, di tengah tanda-tanda bahwa sebagian tekanan pasokan mungkin mereda.
Bank tersebut mencatat bahwa penundaan pertemuan diplomatik terjadwal antara Iran dan negara-negara Teluk terkait pelayaran niaga melalui Selat Hormuz telah menghapus harapan jangka pendek untuk penurunan eskalasi. Ketidaksepakatan yang terus berlanjut di antara negara-negara Arab mengenai pertemuan tersebut semakin memastikan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi faktor kunci dalam penetapan harga minyak.
Standard Chartered meyakini bahwa kerusakan yang dialami pipa minyak Saudi East-West secara signifikan meningkatkan risiko jangka pendek terhadap ekspor minyak mentah, karena rute alternatif utama menuju pelabuhan Yanbu diperkirakan masih sebagian besar tidak beroperasi untuk beberapa minggu. Pipa ini sangat penting karena menyediakan Arab Saudi rute untuk mengekspor minyak ke Laut Merah, sehingga menghindari Selat Hormuz.
$XAUT
$CL
Minyak
Analis komoditas di Standard Chartered memperkirakan harga minyak akan tetap didukung pada level yang tinggi, mengingat ketegangan yang berlarut-larut antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya risiko fisik terhadap ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk—meskipun harga sempat turun baru-baru ini, di tengah tanda-tanda bahwa sebagian tekanan pasokan mungkin mereda.
Bank tersebut mencatat bahwa penundaan pertemuan diplomatik terjadwal antara Iran dan negara-negara Teluk terkait pelayaran niaga melalui Selat Hormuz telah menghapus harapan jangka pendek untuk penurunan eskalasi. Ketidaksepakatan yang terus berlanjut di antara negara-negara Arab mengenai pertemuan tersebut semakin memastikan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi faktor kunci dalam penetapan harga minyak.
Standard Chartered meyakini bahwa kerusakan yang dialami pipa minyak Saudi East-West secara signifikan meningkatkan risiko jangka pendek terhadap ekspor minyak mentah, karena rute alternatif utama menuju pelabuhan Yanbu diperkirakan masih sebagian besar tidak beroperasi untuk beberapa minggu. Pipa ini sangat penting karena menyediakan Arab Saudi rute untuk mengekspor minyak ke Laut Merah, sehingga menghindari Selat Hormuz.