Federal Reserve akhirnya menaikkan suku bunga lagi setelah tiga tahun.
Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,25%, sehingga kisaran target menjadi 3,75%–4,00%. The Fed mengatakan inflasi masih terlalu tinggi, jadi pihaknya ingin tetap memberikan tekanan pada inflasi dan mengarahkannya kembali ke target 2%.
Diagram titik (dot plot) terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa potensi kenaikan suku bunga berikutnya bisa terjadi sebelum akhir 2026. Namun, ini baru perkiraan, bukan keputusan yang sudah dipastikan.
Dalam jangka pendek, pasar sebenarnya sudah memperkirakan kenaikan suku bunga ini. Karena itu, sebagian dampak negatif mungkin sudah diperhitungkan ke dalam Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Hal ini dapat menjelaskan mengapa Bitcoin menunjukkan pemulihan setelah pengumuman.
Namun, gambaran besarnya masih belum pasti. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya memberi tekanan pada aset berisiko seperti Bitcoin, karena investor bisa mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari aset yang lebih aman.
Menurut saya, kenaikan suku bunga kedua tidak dijamin.
Jika harga minyak turun dan inflasi mulai mereda, The Fed mungkin memutuskan bahwa kenaikan lainnya tidak lagi diperlukan. Situasi di Timur Tengah menjadi salah satu faktor penting karena harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan inflasi. Jika ketegangan geopolitik mereda dan harga energi turun, tekanan inflasi pun bisa berkurang.
Jadi, untuk Bitcoin, hal-hal kunci yang perlu diperhatikan sekarang adalah:
1. Data inflasi AS
2. Harga minyak
3. Rapat The Fed berikutnya
4. Data ketenagakerjaan AS
5. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga berikutnya
Intinya sederhana: The Fed menjadi lebih hawkish, tetapi kenaikan suku bunga berikutnya masih sebatas kemungkinan.
Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,25%, sehingga kisaran target menjadi 3,75%–4,00%. The Fed mengatakan inflasi masih terlalu tinggi, jadi pihaknya ingin tetap memberikan tekanan pada inflasi dan mengarahkannya kembali ke target 2%.
Diagram titik (dot plot) terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa potensi kenaikan suku bunga berikutnya bisa terjadi sebelum akhir 2026. Namun, ini baru perkiraan, bukan keputusan yang sudah dipastikan.
Dalam jangka pendek, pasar sebenarnya sudah memperkirakan kenaikan suku bunga ini. Karena itu, sebagian dampak negatif mungkin sudah diperhitungkan ke dalam Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Hal ini dapat menjelaskan mengapa Bitcoin menunjukkan pemulihan setelah pengumuman.
Namun, gambaran besarnya masih belum pasti. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya memberi tekanan pada aset berisiko seperti Bitcoin, karena investor bisa mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dari aset yang lebih aman.
Menurut saya, kenaikan suku bunga kedua tidak dijamin.
Jika harga minyak turun dan inflasi mulai mereda, The Fed mungkin memutuskan bahwa kenaikan lainnya tidak lagi diperlukan. Situasi di Timur Tengah menjadi salah satu faktor penting karena harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan inflasi. Jika ketegangan geopolitik mereda dan harga energi turun, tekanan inflasi pun bisa berkurang.
Jadi, untuk Bitcoin, hal-hal kunci yang perlu diperhatikan sekarang adalah:
1. Data inflasi AS
2. Harga minyak
3. Rapat The Fed berikutnya
4. Data ketenagakerjaan AS
5. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga berikutnya
Intinya sederhana: The Fed menjadi lebih hawkish, tetapi kenaikan suku bunga berikutnya masih sebatas kemungkinan.
