Siklus bull market dimulai saat suku bunga dinaikkan, dan bear market datang saat suku bunga diturunkan. Kenapa ada anggapan seperti itu?
Sebenarnya, dalam sejarah pernah ada beberapa kali bull market yang tercetus di tengah kenaikan suku bunga. Untuk para pelaku utama, logika ini memang terasa cukup nyaman.
Mereka terus-menerus menebar berita buruk dari area bawah, lalu perlahan mengerek harga, sehingga kebanyakan orang merasa masih ada risiko dan tidak berani ikut.
Kalau sudah sampai di area puncak, justru mulai berulang kali mengumumkan kabar baik, membuat para investor ritel merasa, “bull market baru saja dimulai”, lalu memudahkan para pelaku utama untuk melakukan distribusi (pembuangan posisi).
Jadi, yang lebih saya perhatikan bukanlah kabar baik itu sendiri, melainkan saat kabar baik muncul, harga sebenarnya sedang berada di posisi seperti apa.
Perkiraan saya adalah: jika ke depannya kabar baik dari regulasi benar-benar terealisasi, sekaligus ekspektasi penurunan suku bunga juga terwujud, justru perlu waspada terhadap risiko “kabur puncak” di level tinggi setelah kabar baik tersebut sudah dikonfirmasi.
Artinya, kabar baik tidak selalu berarti harga akan naik. Bagi para pelaku utama, kabar baik bisa jadi justru waktu terbaik untuk mengeluarkan (melakukan dumping), karena mereka mengetahui kabar tersebut lebih dulu dan sudah menyiapkan posisi di awal, sementara kabar buruk dimanipulasi untuk menciptakan kepanikan agar bisa mendapatkan saham dengan harga murah $BTC #DotPlotSignalsOneMoreHikeIn2026
#DotPlotSignalsOneMoreHikeIn2026
Sebenarnya, dalam sejarah pernah ada beberapa kali bull market yang tercetus di tengah kenaikan suku bunga. Untuk para pelaku utama, logika ini memang terasa cukup nyaman.
Mereka terus-menerus menebar berita buruk dari area bawah, lalu perlahan mengerek harga, sehingga kebanyakan orang merasa masih ada risiko dan tidak berani ikut.
Kalau sudah sampai di area puncak, justru mulai berulang kali mengumumkan kabar baik, membuat para investor ritel merasa, “bull market baru saja dimulai”, lalu memudahkan para pelaku utama untuk melakukan distribusi (pembuangan posisi).
Jadi, yang lebih saya perhatikan bukanlah kabar baik itu sendiri, melainkan saat kabar baik muncul, harga sebenarnya sedang berada di posisi seperti apa.
Perkiraan saya adalah: jika ke depannya kabar baik dari regulasi benar-benar terealisasi, sekaligus ekspektasi penurunan suku bunga juga terwujud, justru perlu waspada terhadap risiko “kabur puncak” di level tinggi setelah kabar baik tersebut sudah dikonfirmasi.
Artinya, kabar baik tidak selalu berarti harga akan naik. Bagi para pelaku utama, kabar baik bisa jadi justru waktu terbaik untuk mengeluarkan (melakukan dumping), karena mereka mengetahui kabar tersebut lebih dulu dan sudah menyiapkan posisi di awal, sementara kabar buruk dimanipulasi untuk menciptakan kepanikan agar bisa mendapatkan saham dengan harga murah $BTC #DotPlotSignalsOneMoreHikeIn2026
#DotPlotSignalsOneMoreHikeIn2026
