Di pasar bull, stop loss mungkin menjadi penghambat bagi profit kamu.

1、Jika bull market sudah terbentuk, arah pada timeframe besar mengarah ke atas, dan di timeframe kecil apa pun itu—trend naik maupun trend turun—kamu membeli, meski sedang terjebak (bag hold), biasanya tidak lama kemudian akan kembali bebas. Ini membuat banyak orang salah paham: cukup tahan saja pasti bisa lolos. Dan kejadian seperti ini akan sering terjadi sepanjang siklus bull market. Jadi, stop loss di bull market kadang bisa menjadi sebuah belenggu.

2、Namun, di bull market, tidak melakukan stop loss akan memberi efek tarik ke bawah yang ekstrem terhadap pembentukan trading system kamu. Karena sinyal yang disampaikan oleh market menyebabkan di dalam trading system pasti ada kekurangan pada bagian stop loss, dan kamu telah memverifikasi berkali-kali bahwa itu benar.

3、Dalam bull market, melakukan stop loss (atau justru tidak melakukan stop loss) akan membuat kamu bangkrut total. Di bear market, setiap level support akan efektif dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka menengah hingga panjang pasti akan ditembus. Sama seperti dalam bull market: level resistance mungkin gagal ditembus dalam waktu singkat, tetapi tembus dalam jangka panjang hanyalah masalah waktu.

Jadi, stop loss memiliki hubungan langsung dengan trading kamu yang bergerak berlawanan. Bukan berarti stop loss itu salah, melainkan kebanyakan dari kita tidak mampu menetapkan batas stop loss. Pada akhirnya, ruang stop loss ditentukan oleh posisi saat kamu masuk.

#止损 #交易系统