Membaca posting Justin Sun tentang Justin Sun Prize, saya tidak melihatnya sebagai sekadar penghargaan matematika lainnya.

Saya melihatnya sebagai cara bagi seseorang dari industri blockchain untuk memberikan kembali kepada fondasi yang membuat kripto menjadi mungkin: matematika, kriptografi, fungsi hash, dan kurva elips.

Tanpa matematika, blockchain mungkin masih tidak lebih dari sekadar sebuah ide di papan tulis yang menunggu blok pertamanya, sementara biaya gas terus naik.

Yang membuat Justin Sun Prize menarik adalah fokusnya pada hasil, bukan usia, reputasi, atau nominasi tradisional.

Terobosan bisa datang dari manusia, AI, atau kombinasi keduanya. Namun untuk menerima hadiahnya, buktinya harus diformalkan dan diverifikasi oleh sebuah mesin dari baris pertama hingga terakhir, tanpa kesalahan.

Dengan kata-kata sederhana:

→ Pembukt i menciptakan terobosan.
→ Formalizer mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa diverifikasi oleh mesin.
→ Blockchain mencatat prosesnya secara publik dan transparan.

Saya sangat menyukai mekanisme “menunggu”. Setelah komunitas matematika menerima sebuah bukti, nama pembukt i dicatat terlebih dahulu. Hadiahnya tetap terkunci sampai bukti tersebut diverifikasi secara formal.

Masa tunggu itu tidak sia-sia. Masa itu berubah menjadi daftar publik tugas-tugas penting yang harus diselesaikan oleh matematikawan, pengembang, dan peneliti AI.

Justin Sun mungkin masih menjadi tokoh yang kontroversial, tetapi reputasi tidak dibangun hanya dengan kata-kata. Reputasi dibangun oleh apa yang tersisa setelah bertahun-tahun.

Jika sistem ini bekerja sesuai rancangan, ia bisa menjadi investasi jangka panjang dalam pengetahuan yang transparan seperti blockchain dan bertahan seperti matematika.

LFG!!!

#Tron #JustinSunPrize