Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran target baru 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut akan diumumkan secara resmi pada akhir rapat dua hari The Fed pada Rabu, 16 September 2026, pukul 2:00 p.m. ET.
Jika diterapkan, ini akan menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak Juli 2023, sekaligus mematahkan pola penahanan yang berkepanjangan di level 3,50%–3,75% yang telah dipertahankan sejak Desember 2025.
Mengapa The Fed Bergerak Menuju Kenaikan
Ekspektasi kebijakan moneter berubah secara dramatis setelah pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole di akhir Agustus, di mana ia menekankan bahwa "stabilitas harga tidak berjalan otomatis". Lonjakan berikutnya dari berbagai indikator ekonomi yang kuat telah memperkuat alasan untuk melakukan pengetatan:
Inflasi yang Membandel: Meskipun CPI inti berkisar sekitar 2,4% pada Agustus, indikator pilihan The Fed—core PCE—tetap tinggi di 3,3% per Juli. Harga energi dan tekanan rantai pasok telah membuat risiko kenaikan harga yang lebih luas tetap ada.
Pasar Tenaga Kerja yang Tangguh: Payroll nonfarm Agustus kembali menguat dengan penambahan 162.000 pekerjaan, menjaga tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1% dan membuktikan bahwa ekonomi mampu menanggung biaya pinjaman yang lebih tinggi.
Prakiraan Lembaga & Pasar
Pelaku pasar telah dengan cepat mengubah penetapan harga atas ekspektasi mereka dalam sepekan terakhir:
Alat FedWatch CME Group: Per 14 September, pedagang futures memperkirakan kenaikan 25 basis poin dengan probabilitas 93%.
Konsensus Wall Street: Survei Reuters menunjukkan bahwa mayoritas 85% ekonom yang disurvei (86 dari 101) memproyeksikan kenaikan seperempat poin. Lembaga-lembaga besar seperti Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan UBS semuanya telah membalik skenario dasar mereka untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga....
#FedRateWatch ...