Gubernur Bank of Canada, Tiff Macklem, dalam risalah rapat kebijakan terbaru telah mengeluarkan sinyal yang jelas bernada hawkish, dengan memperingatkan bahwa jika harga bensin tetap tinggi dalam jangka panjang dan ikut mendorong biaya barang serta layanan lainnya, bank sentral mungkin terpaksa harus memulai kembali kenaikan suku bunga. Meski pada awal bulan ini Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan di 2,25%, risalah tersebut menekankan bahwa risiko kenaikan biaya energi merembes ke CPI secara keseluruhan sedang semakin meningkat, sehingga kebijakan moneter harus siap kapan saja untuk diperketat guna menahan penyebaran inflasi.

Pernyataan ini secara signifikan mematahkan ekspektasi optimistis buta pasar terhadap siklus penurunan suku bunga dari bank-bank sentral utama. Di tengah keyakinan luas bahwa inflasi global terkendali dan kebijakan longgar akan segera datang, Bank of Canada sebagai anggota penting G7 justru lebih dulu mengingatkan tentang risiko inflasi lanjutan yang dipicu oleh energi. Ini menunjukkan bahwa perang melawan inflasi belum benar-benar selesai, dan risiko bahwa suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama (Higher for longer) bahkan berpotensi kembali ke kenaikan suku bunga pada ujung siklusnya sedang meningkat secara nyata.

Bagi pasar keuangan tradisional, sikap hawkish ini akan langsung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, menekan ruang premium untuk perdagangan penurunan suku bunga, serta memberikan tekanan penilaian (valuation) pada aset berisiko dengan valuasi tinggi seperti saham. Seiring volatilitas harga komoditas meningkat, perbedaan kebijakan bank sentral lintas negara dan ketidakpastian akan mendorong sentimen menghindari risiko secara global. Aset safe haven seperti dolar AS berpotensi mendapatkan dukungan sementara, sementara preferensi risiko dana menghadapi tekanan untuk mundur.

Bagi pasar aset kripto, pengetatan kembali ekspektasi likuiditas makro akan secara langsung membatasi arus masuk dana tambahan. Aset berisiko yang diwakili oleh $BTC , dalam kondisi minim dukungan narasi pelonggaran, sangat mudah menghadapi ujian berupa penarikan likuiditas dan koreksi valuasi. Di bawah tekanan ganda dari kekakuan inflasi dan sikap tegas bank sentral, investor perlu sangat berhati-hati untuk mengantisipasi penurunan volatilitas akibat deleveraging. #BankOfCanada #InterestRates #MacroEconomics