Suatu tối, Lý Yang bertanya kepadaku:
“Abang Bai, bagaimana caranya supaya bisa disebut sebagai trader yang hebat? Apa harus bisa menghasilkan uang sebanyak-banyaknya?”
Aku tertawa: “Mungkin belum tentu.”
Awalnya, Lý Yang hanya punya beberapa puluh ribu dolar. Dia berdagang dengan sangat hati-hati; jika untung, dia senang, jika rugi, dia mencari penyebabnya. Tapi ketika akun bertambah hingga beberapa ratus ribu dolar, segalanya mulai berubah.
Dia berdagang lebih sering, dengan volume yang lebih besar. Keuntungan 5k yang dulu membuatnya senang, kini terasa terlalu sedikit. Rugi 10k pun tidak lagi dianalisis; dia hanya ingin cepat-cepat membalikkan keadaan.
Suatu hari, dia berkata: “Dulu saya berdagang untuk mencari uang. Sekarang saya berdagang seolah-olah untuk membuktikan bahwa saya benar.”
Aku terdiam.
Setelah itu, Lý Yang mulai mengurangi frekuensi dan volume transaksi, menarik sebagian profit, dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk kehidupan.
Beberapa bulan kemudian, dia berkata: “Tidak bisa menghasilkan uang secepat dulu, tapi saya tidur lebih nyenyak.”
Aku pikir, itulah kedewasaan sejati seorang trader. Menghasilkan uang adalah kemampuan. Tidak membiarkan uang dan emosi mengendalikan dirinya—itulah kelasnya.