Sistem energi global sedang kehabisan margin keselamatan, dan Wall Street akhirnya mulai memasukkan skenario mimpi buruk.
Arab Saudi secara resmi membatalkan SEMUA alokasi minyak mentah bulan September ke Eropa.
Inilah mengapa para eksekutif minyak AS teratas memperingatkan bahwa "KRISIS BAHAN BAKAR BESAR" akhirnya telah tiba:
Serangkaian serangan drone yang menghancurkan memaksa penutupan pipa East-West Arab Saudi dengan kapasitas 2,5 juta barel per hari.
Dengan pelabuhan pemuatan Laut Merah di Yanbu dihentikan, para perajin Eropa tiba-tiba terputus dari pasokan penting Timur Tengah.
Stok minyak mentah komersial terkuras, dan cadangan strategis dipaksa berada pada level operasional rendah yang berbahaya.
Minyak mentah AS melonjak melewati $101 per barel sementara diesel mencapai rekor tertinggi yang melumpuhkan sebesar $6,23 per galon.
CEO Chevron Mike Wirth secara terbuka mengakui: "Saya berharap saya bisa memberi tahu Anda bahwa saya melihat alasan mengapa keadaan akan membaik, tetapi saat ini sulit."
Dengan rute pengiriman alternatif tidak berfungsi dan para pembeli saling berebut kargo pengganti, hambatan pasokan struktural terkunci.
Ini bukan sekadar lonjakan harga sementara lagi.
Ini adalah kekurangan pasokan fisik skala penuh yang menghantam perekonomian global secara real time.
#Oil #EnergyCrisis #Economy #GasPrices #Geopolitics $CL $BZ
Arab Saudi secara resmi membatalkan SEMUA alokasi minyak mentah bulan September ke Eropa.
Inilah mengapa para eksekutif minyak AS teratas memperingatkan bahwa "KRISIS BAHAN BAKAR BESAR" akhirnya telah tiba:
Serangkaian serangan drone yang menghancurkan memaksa penutupan pipa East-West Arab Saudi dengan kapasitas 2,5 juta barel per hari.
Dengan pelabuhan pemuatan Laut Merah di Yanbu dihentikan, para perajin Eropa tiba-tiba terputus dari pasokan penting Timur Tengah.
Stok minyak mentah komersial terkuras, dan cadangan strategis dipaksa berada pada level operasional rendah yang berbahaya.
Minyak mentah AS melonjak melewati $101 per barel sementara diesel mencapai rekor tertinggi yang melumpuhkan sebesar $6,23 per galon.
CEO Chevron Mike Wirth secara terbuka mengakui: "Saya berharap saya bisa memberi tahu Anda bahwa saya melihat alasan mengapa keadaan akan membaik, tetapi saat ini sulit."
Dengan rute pengiriman alternatif tidak berfungsi dan para pembeli saling berebut kargo pengganti, hambatan pasokan struktural terkunci.
Ini bukan sekadar lonjakan harga sementara lagi.
Ini adalah kekurangan pasokan fisik skala penuh yang menghantam perekonomian global secara real time.
#Oil #EnergyCrisis #Economy #GasPrices #Geopolitics $CL $BZ

