🔥Saudara-saudara, situasi di Timur Tengah lagi jadi besar lagi. Kali ini langsung mendekati Mekkah!
Sekitar pukul 18:50 pada 15 September, Arab Saudi mengatakan sistem pertahanannya mencegat dan menghancurkan sebuah drone di selatan Mekkah, lalu puing-puingnya jatuh di bagian selatan kota.
Yang lebih sensitif: Arab Saudi menyebut drone itu berasal dari kelompok Houthi, dan mengatakan ini merupakan kejadian serupa kedua yang menargetkan Mekkah sejak 2017.
Juru bicara koalisi Arab Saudi secara langsung mendefinisikan “keamanan Dua Tempat Suci dan para peziarah” sebagai “garis merah”, serta memperingatkan akan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Namun pihak Houthi sepenuhnya membantah, dengan mengatakan tidak ada serangan terhadap Mekkah atau tempat-tempat suci Islam lainnya.
Jadi, saat ini masalah paling krusial bukan lagi “apakah drone itu ditembak jatuh”, melainkan siapa yang benar-benar meluncurkannya dan apa targetnya.
Dan tepat sehari sebelumnya, pihak Arab Saudi juga menyebut serangan rudal dan drone Houthi menyebabkan 13 warga sipil terluka, serta merusak 7 rumah dan 2 kendaraan.
Yang makin merepotkan, wilayah yang dikuasai Houthi dekat dengan Laut Merah dan Selat Hormuz—ini sendiri merupakan jalur penting pengangkutan energi di tingkat global.
Sekarang Timur Tengah tidak lagi menjadi satu front saja; risiko Arab Saudi, Yaman, Laut Merah, dan Selat Hormuz saling merambat satu sama lain.
Pasar yang pertama kali memperdagangkan biasanya bukan perang itu sendiri, melainkan harga minyak mentah, pelayaran/pengiriman, dan ekspektasi inflasi.
Jika pasokan energi terus terganggu, kenaikan harga minyak dapat kembali menekan ekspektasi inflasi global; ekspektasi The Fed untuk menurunkan suku bunga juga bisa terganggu.
Untuk BTC justru lebih rumit: ketika sentimen penghindaran risiko mendorong dolar menguat, aset berisiko bisa tertekan; namun ketika ekspektasi likuiditas beralih ke arah yang lebih longgar, BTC bisa kembali mendapatkan kabar baik.
Jadi, jangan hanya fokus pada pergerakan K-line; ke depan, yang paling penting adalah melihat bagaimana arah minyak mentah + dolar + SBN AS (surat utang AS) + ekspektasi The Fed.
Jika situasi di Timur Tengah terus meningkat, volatilitas BTC, saham AS, emas, dan minyak mentah semuanya bisa makin melebar.#BTC #比特币 $BTC
$CL #原油
Sekitar pukul 18:50 pada 15 September, Arab Saudi mengatakan sistem pertahanannya mencegat dan menghancurkan sebuah drone di selatan Mekkah, lalu puing-puingnya jatuh di bagian selatan kota.
Yang lebih sensitif: Arab Saudi menyebut drone itu berasal dari kelompok Houthi, dan mengatakan ini merupakan kejadian serupa kedua yang menargetkan Mekkah sejak 2017.
Juru bicara koalisi Arab Saudi secara langsung mendefinisikan “keamanan Dua Tempat Suci dan para peziarah” sebagai “garis merah”, serta memperingatkan akan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Namun pihak Houthi sepenuhnya membantah, dengan mengatakan tidak ada serangan terhadap Mekkah atau tempat-tempat suci Islam lainnya.
Jadi, saat ini masalah paling krusial bukan lagi “apakah drone itu ditembak jatuh”, melainkan siapa yang benar-benar meluncurkannya dan apa targetnya.
Dan tepat sehari sebelumnya, pihak Arab Saudi juga menyebut serangan rudal dan drone Houthi menyebabkan 13 warga sipil terluka, serta merusak 7 rumah dan 2 kendaraan.
Yang makin merepotkan, wilayah yang dikuasai Houthi dekat dengan Laut Merah dan Selat Hormuz—ini sendiri merupakan jalur penting pengangkutan energi di tingkat global.
Sekarang Timur Tengah tidak lagi menjadi satu front saja; risiko Arab Saudi, Yaman, Laut Merah, dan Selat Hormuz saling merambat satu sama lain.
Pasar yang pertama kali memperdagangkan biasanya bukan perang itu sendiri, melainkan harga minyak mentah, pelayaran/pengiriman, dan ekspektasi inflasi.
Jika pasokan energi terus terganggu, kenaikan harga minyak dapat kembali menekan ekspektasi inflasi global; ekspektasi The Fed untuk menurunkan suku bunga juga bisa terganggu.
Untuk BTC justru lebih rumit: ketika sentimen penghindaran risiko mendorong dolar menguat, aset berisiko bisa tertekan; namun ketika ekspektasi likuiditas beralih ke arah yang lebih longgar, BTC bisa kembali mendapatkan kabar baik.
Jadi, jangan hanya fokus pada pergerakan K-line; ke depan, yang paling penting adalah melihat bagaimana arah minyak mentah + dolar + SBN AS (surat utang AS) + ekspektasi The Fed.
Jika situasi di Timur Tengah terus meningkat, volatilitas BTC, saham AS, emas, dan minyak mentah semuanya bisa makin melebar.#BTC #比特币 $BTC
$CL #原油
