Arbitrum (ARB) menunjukkan performa yang mengesankan hari ini, dan naik sekitar 15% menjadi $0,16 sementara Bitcoin, Ethereum, dan sebagian besar pasar kripto yang lebih luas masih berada di bawah tekanan jual.

Kenaikan ini memiliki katalis yang jelas: raksasa perbankan Standard Chartered telah memulai riset untuk ARB dengan target harga ambisius sebesar $10 untuk akhir tahun 2030. Prakiraan tersebut menarik perhatian pada Arbitrum pada saat para trader kesulitan menemukan kekuatan di tempat lain di pasar.

Standard Chartered Menetapkan Target Harga ARB sebesar $10

Pada 15 September, Standard Chartered memulai cakupan Arbitrum dengan target harga jangka panjang $10 pada tahun 2030.

Proyeksi itu berasal dari kepala riset aset digital global bank tersebut dan berfokus pada potensi Arbitrum untuk menjadi penyedia infrastruktur penting bagi keuangan tradisional.

Bank tersebut melihat adanya peluang bagi jaringan blockchain untuk mendukung aktivitas keuangan yang lebih besar karena institusi tradisional semakin mengeksplorasi tokenisasi dan aplikasi on-chain lainnya. Arbitrum, jaringan Ethereum Layer 2 yang dirancang untuk menawarkan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah, bisa diuntungkan jika adopsi tersebut semakin dipercepat.

Target $10 adalah prospek yang sangat ambisius. Dibandingkan dengan harga ARB sekitar $0,14 sebelum reli hari ini, target itu mengisyaratkan potensi kenaikan sekitar 70 kali.

INSIGHT: Standard Chartered mengatakan $ARB milik Arbitrum bisa melonjak 70x menjadi $10 pada akhir 2030. pic.twitter.com/lAXLmLfy8a

— Cointelegraph (@Cointelegraph) 15 September 2026

Namun, ini adalah proyeksi untuk tahun 2030, bukan ekspektasi bahwa ARB akan mendekati $10 dalam waktu dekat. Mencapai target tersebut akan membutuhkan adopsi yang besar, kondisi pasar yang menguntungkan, serta permintaan yang lebih kuat terhadap token ARB itu sendiri.

Mengapa ARB Menguat Saat Pasar Kripto Anjlok?

Waktu rilis laporan Standard Chartered membantu menjelaskan mengapa ARB mengungguli pasar yang lebih luas.

Para trader kripto menghadapi ketidakpastian setelah pemungutan suara Senat untuk mengesahkan Undang-Undang CLARITY gagal, di samping ekspektasi terkait keputusan Federal Reserve pada Rabu mendatang.

Di tengah latar yang negatif tersebut, bank internasional besar yang menerbitkan perkiraan jangka panjang yang sangat bullish memberi para trader alasan spesifik untuk memberi perhatian pada Arbitrum.

Target $10 sangat menarik perhatian karena saat ini ARB diperdagangkan sekitar $0,16. Itu berarti potensi kenaikan kira-kira 62,5 kali dari harga saat ini.

Namun, perkiraan Standard Chartered tersebut bukan bukti bahwa ARB dinilai terlalu rendah sebesar itu. Harga masa depan token akan bergantung pada faktor-faktor termasuk jumlah pasokan yang beredar, pembukaan (unlock) token, persaingan dari jaringan penskalaan Ethereum lainnya, serta apakah aktivitas yang lebih besar di Arbitrum berujung pada permintaan tambahan untuk ARB.

Apa Selanjutnya untuk Harga Arbitrum?

Kenaikan harian ARB sekitar 15% patut dicatat mengingat lemahnya kondisi di pasar kripto. Namun, satu sesi yang kuat saja belum membuktikan pemulihan yang berkelanjutan.

Pertanyaan langsungnya adalah apakah para pembeli bisa mempertahankan reli setelah euforia awal seputar laporan Standard Chartered memudar.

Jika kondisi kripto yang lebih luas stabil dan minat terhadap Arbitrum terus berlanjut, token tersebut bisa memperpanjang pemulihannya. Sebaliknya, pengumuman Federal Reserve yang mengecewakan atau gelombang penjualan di seluruh pasar bisa memberi tekanan pada ARB meski liputan risetnya positif.

Untuk saat ini, penjelasan di balik reli hari ini cukup sederhana: target $10 dari Standard Chartered memberi Arbitrum katalis kabar yang kuat sementara sebagian besar kripto lainnya sedang kesulitan.

Untuk berita kripto dan prediksi harga lainnya, klik di sini.

Berlangganan channel YouTube kami untuk pembaruan kripto harian, wawasan pasar, dan analisis dari para ahli.

Artikel "Berikut Ini Alasan Mengapa Harga Arbitrum (ARB) Meledak Saat Kripto Anjlok" pertama kali tayang di CaptainAltcoin.