🗞 Senat menolak Undang-Undang Kejelasan (Clarity Act), memicu gelombang terbesar aksi kapitulasi pemegang jangka pendek (STH) dalam sebulan.
Kemarin, RUU tersebut gagal lolos dalam pemungutan suara Senat: 49 senator memilih mendukung, sementara 50 lainnya menolak. Untuk meloloskan RUU, diperlukan 60 suara.
Hambatan ini—terjadi saat para senator berangkat meninggalkan Washington pada awal Oktober dan tidak kembali bekerja hingga setelah pemilihan paruh waktu—kemungkinan menunda kepastian regulasi bagi pasar kripto AS hingga 2027.
Ketidakpastian yang muncul memicu gelombang kepanikan pasar.
Dalam kasus Bitcoin, guncangan ini berdampak sangat kuat pada sentimen pemegang jangka pendek (STH).
Volume aset mereka yang berpindah ke bursa naik dari 19.400 menjadi 33.100 BTC; secara khusus, lebih dari 10.000 BTC mengalir ke Binance, yang tetap populer karena likuiditas pasarnya yang dalam.
Namun, lonjakan masuk (inflow) terbesar justru terlihat di bursa Kraken: sementara volume harian biasanya berkisar antara 2.000 hingga 3.000 BTC, angka kemarin melampaui 6.000 BTC.
Untuk segmen institusional, 7.300 BTC berpindah melalui platform Coinbase Advanced—angka tersebut masih dalam batas normal—yang menunjukkan gelombang penjualan tidak memengaruhi dompet institusional besar.
Yang paling menonjol, namun, sebagian besar Bitcoin ini dipertahankan dalam posisi rugi.
Volume BTC yang dipindahkan ke bursa dalam kondisi rugi berjumlah 23.200 koin, menjadikan peristiwa kapitulasi STH ini yang terbesar dalam satu bulan terakhir.
Guncangan regulasi ini mengungkap kegelisahan struktural pemegang jangka pendek, yang mampu melepas dalam jumlah besar Bitcoin ke pasar dengan pemberitahuan yang sangat singkat. - Telegram channel - Kopeyechka v Koshelke
Kemarin, RUU tersebut gagal lolos dalam pemungutan suara Senat: 49 senator memilih mendukung, sementara 50 lainnya menolak. Untuk meloloskan RUU, diperlukan 60 suara.
Hambatan ini—terjadi saat para senator berangkat meninggalkan Washington pada awal Oktober dan tidak kembali bekerja hingga setelah pemilihan paruh waktu—kemungkinan menunda kepastian regulasi bagi pasar kripto AS hingga 2027.
Ketidakpastian yang muncul memicu gelombang kepanikan pasar.
Dalam kasus Bitcoin, guncangan ini berdampak sangat kuat pada sentimen pemegang jangka pendek (STH).
Volume aset mereka yang berpindah ke bursa naik dari 19.400 menjadi 33.100 BTC; secara khusus, lebih dari 10.000 BTC mengalir ke Binance, yang tetap populer karena likuiditas pasarnya yang dalam.
Namun, lonjakan masuk (inflow) terbesar justru terlihat di bursa Kraken: sementara volume harian biasanya berkisar antara 2.000 hingga 3.000 BTC, angka kemarin melampaui 6.000 BTC.
Untuk segmen institusional, 7.300 BTC berpindah melalui platform Coinbase Advanced—angka tersebut masih dalam batas normal—yang menunjukkan gelombang penjualan tidak memengaruhi dompet institusional besar.
Yang paling menonjol, namun, sebagian besar Bitcoin ini dipertahankan dalam posisi rugi.
Volume BTC yang dipindahkan ke bursa dalam kondisi rugi berjumlah 23.200 koin, menjadikan peristiwa kapitulasi STH ini yang terbesar dalam satu bulan terakhir.
Guncangan regulasi ini mengungkap kegelisahan struktural pemegang jangka pendek, yang mampu melepas dalam jumlah besar Bitcoin ke pasar dengan pemberitahuan yang sangat singkat. - Telegram channel - Kopeyechka v Koshelke
