KEJELASAN TERHAMBAT, pasar yang benar-benar “menjatuhkan” bukanlah RUU itu, melainkan “kepastian”

Senat AS terhadap <t-2/>《Digital Asset Markets Clarity Act (RUU Kejelasan Pasar Aset Digital)》 bukan melakukan pemungutan suara final, melainkan pemungutan suara prosedural untuk menentukan apakah RUU tersebut dapat masuk ke pembahasan resmi. Hasilnya: 49 suara setuju dan 50 suara menolak, sehingga tidak mencapai ambang 60 suara. Akibatnya, RUU tersebut untuk sementara tertahan, tetapi bukan berarti sudah benar-benar mati. Senator Partai Republik Tillis menjatuhkan suara menolak secara strategis sekaligus mengajukan mosi peninjauan kembali; secara teori, masih ada ruang untuk “menghidupkan ulang” prosesnya. Catatan Senat AS⁠

Yang benar-benar patut diperhatikan adalah bahwa perpecahan kali ini sejak awal bukan lagi sekadar soal “mendukung atau menentang kripto”. Inti perdebatan terpusat pada konflik kepentingan keuntungan kripto keluarga Trump, apakah insentif hadiah stablecoin akan mengalihkan simpanan bank, kewenangan jaksa agung tingkat negara bagian dalam penegakan hukum, serta apakah CFTC memiliki sumber daya yang cukup untuk menanggung tanggung jawab regulasi tambahan. Singkatnya, semua pihak menginginkan kerangka regulasi, tetapi bank, politisi, dan perusahaan kripto sama-sama ingin agar aturan lebih menguntungkan mereka.

Reaksi pasar sangat langsung. Dalam perdagangan, harga BTC sempat turun hingga sekitar 75.000 dolar AS, dan saat ini masih berada di kisaran 75.800 dolar AS; Coinbase turun sekitar 10%, sementara Circle turun lebih dari 11%. Dilaporkan oleh Reuters⁠

Yang menarik, saham kripto justru jatuh lebih parah daripada BTC. Alasannya tidak rumit: Bitcoin di AS sudah memiliki karakter aset yang relatif jelas, tetapi bursa/platform perdagangan, perusahaan stablecoin, serta banyak altcoin—itulah aset yang benar-benar bergantung pada bagaimana SEC dan CFTC membagi batas wewenang regulasi.

Jadi, penurunan kali ini bukan berarti pasar memperdagangkan gagasan “industri kripto ditolak oleh AS”. Yang diperdagangkan adalah kemungkinan bahwa legislasi di Kongres masih akan menunda, sehingga industri hanya bisa bergantung pada aturan administratif dari SEC dan CFTC. Aturan administratif memang lebih cepat, tetapi juga lebih mudah berubah seiring pergantian pemerintahan.

Untuk jangka pendek, ini jelas menjadi sentimen negatif; namun RUU masih menyisakan ruang untuk peninjauan kembali, jadi tidak boleh menyimpulkan bahwa arah regulasi AS sepenuhnya berbalik hanya karena satu kali pemungutan suara prosedural. Ke depan, yang benar-benar akan memengaruhi pergerakan harga adalah apakah kedua kubu dapat melakukan negosiasi ulang, serta apakah kondisi makro bisa tetap stabil. Yang paling dihindari sekarang adalah menjadikan berita politik sebagai alasan untuk bertaruh habis pada satu arah. #美参议院否决CLARITY法案