Mengapa Saya Mendirikan Justin Sun Prize
Alfred Nobel menciptakan dinamit, yang membuatnya menjadi paling kaya.
Konon, pada tahun 1888 sebuah surat kabar Prancis secara keliru memuat berita kematiannya dengan judul, "Pedagang maut telah wafat." Nobel membaca kabar kematiannya sendiri dan, beberapa tahun kemudian, menyusun wasiatnya.
Hari ini, tidak ada yang lagi menyebutnya pedagang maut.
"Nobel" telah menjadi istilah netral, seperti "volt" atau "watt"—tanpa sentimen, sekadar sebuah satuan pengukuran. Ia meninggalkan kekayaannya kepada mereka yang "telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia." Kekayaannya kembali kepada kemanusiaan, dan namanya merebut kembali kenetralannya—bukan melalui pembenaran diri, melainkan lewat daftar panjang para peraih penghargaan selama seabad.
Saya membagikan kisah ini karena saya memahaminya. Saya tahu dari mana kekayaan berasal dan ke mana kekayaan itu bisa pergi.
Baca Selengkapnya 👇
https://x.com/justinsuntron/status/2100132601424232711
Alfred Nobel menciptakan dinamit, yang membuatnya menjadi paling kaya.
Konon, pada tahun 1888 sebuah surat kabar Prancis secara keliru memuat berita kematiannya dengan judul, "Pedagang maut telah wafat." Nobel membaca kabar kematiannya sendiri dan, beberapa tahun kemudian, menyusun wasiatnya.
Hari ini, tidak ada yang lagi menyebutnya pedagang maut.
"Nobel" telah menjadi istilah netral, seperti "volt" atau "watt"—tanpa sentimen, sekadar sebuah satuan pengukuran. Ia meninggalkan kekayaannya kepada mereka yang "telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia." Kekayaannya kembali kepada kemanusiaan, dan namanya merebut kembali kenetralannya—bukan melalui pembenaran diri, melainkan lewat daftar panjang para peraih penghargaan selama seabad.
Saya membagikan kisah ini karena saya memahaminya. Saya tahu dari mana kekayaan berasal dan ke mana kekayaan itu bisa pergi.
Baca Selengkapnya 👇
https://x.com/justinsuntron/status/2100132601424232711

