KEJELASAN ACT TERHALANG DI SENAT, ATURAN KRIPTO AS DIPERLAHAMBAGI LAGI
Pada 15 September, Senat AS gagal meloloskan Undang-Undang CLARITY, sebuah rancangan yang bertujuan membentuk kerangka federal yang komprehensif untuk aset digital. Pemungutan suara cloture berakhir 49–50, di bawah 60 suara yang diperlukan untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Ini bukan pemungutan suara final mengenai substansi Undang-Undang CLARITY. Cloture adalah langkah prosedural yang digunakan untuk membatasi perdebatan dan membuka jalan bagi pertimbangan. Namun, kegagalannya menghambat proses legislasi di Senat.
Undang-Undang CLARITY dimaksudkan untuk memperjelas batas pengawasan antara SEC dan CFTC, dua regulator utama AS untuk aset digital. Jika disahkan, kebijakan ini akan memberikan kerangka yang lebih terpadu, alih-alih membiarkan pertanyaan-pertanyaan besar diserahkan pada aturan lembaga, tindakan penegakan, dan perkembangan hukum yang terpisah.
Perselisihan utama menjelang pemungutan suara berpusat pada ketentuan etika dan keseimbangan kewenangan federal serta negara bagian. Demokrat mengupayakan pembatasan yang lebih ketat terhadap kepentingan terkait kripto yang melibatkan pejabat pemerintah dan keluarga mereka. Sementara itu, 18 jaksa agung negara bagian menentang rancangan tersebut, dengan alasan bahwa pembagian kewenangan yang diusulkannya dapat melemahkan penegakan hukum tingkat negara bagian terhadap penipuan dan pelanggaran terkait kripto.
Waktu juga menjadi isu. Kongres tengah mendekati periode pemilihan sela November, sehingga waktu untuk memproses legislasi besar menjadi lebih singkat. Meskipun Undang-Undang CLARITY belum berakhir secara resmi, kegagalannya untuk mencapai cloture membuat jalur ke depan menjadi lebih tidak pasti.
Meski Kongres masih terpecah, SEC dan CFTC dapat terus menggunakan kewenangan yang sudah ada untuk penyusunan aturan dan penegakan. Pertanyaan mengenai aset digital mana yang berada di bawah yurisdiksi SEC atau CFTC, serta seberapa besar kewenangan yang tetap dipegang negara bagian, karenanya masih belum terjawab oleh legislasi federal baru.
Hasil 49–50 lebih dari sekadar angka prosedural. Ini menunjukkan bahwa jarak politik seputar Undang-Undang CLARITY masih cukup lebar untuk menghalangi kemajuan lebih lanjut untuk saat ini.
Perubahan apa yang perlu dilakukan pada Undang-Undang CLARITY agar mendapatkan dukungan yang lebih luas di Senat?
(DYOR). $TRUMP $BTC $BNB