$BTC $Pada sore besok pukul 2, Federal Reserve akan segera mengumumkan hasil penyesuaian suku bunga. Saya pikir sekarang ini sekadar menebak “apakah suku bunga naik atau tidak” sebenarnya tidak ada artinya.

Jika besok suku bunga naik 25 basis poin, karena pasar telah memperhitungkannya sebelumnya dengan probabilitas kenaikan suku bunga yang sangat tinggi, maka skenario “berita buruk sudah sepenuhnya tercermin” bisa saja terjadi—bahkan saham bisa saja justru naik. Namun jika suku bunga naik sekaligus Warsh dalam konferensi pers berbicara dengan nada yang jelas-jelas hawkish, mengisyaratkan bahwa ini bukan penyesuaian sekali saja, melainkan pada tahun ini bahkan dalam beberapa bulan ke depan masih bisa terus naik berkali-kali, maka perhitungan pasar tidak lagi sekadar 25 basis poin ini, melainkan menjadi sebuah siklus kenaikan suku bunga baru; saham bisa saja turun tajam.

Sebaliknya juga demikian. Jika suku bunga tidak naik, tentu pasar bisa menganggapnya sebagai kabar baik, saham naik langsung; tetapi bisa juga terjadi skenario yang sepenuhnya berlawanan—di bawah tekanan inflasi dan imbal hasil obligasi saat ini, jika Fed tetap tidak bergerak, pasar justru mulai meragukan tekad mereka dalam mengendalikan inflasi, bahkan mengkhawatirkan independensi dan kredibilitas Fed. Jika itu terjadi, imbal hasil obligasi jangka panjang akan terus meningkat, dan saham masih bisa turun.

Jadi secara ringkas, kesimpulannya sangat menarik: menaikkan suku bunga bisa saja membuat harga naik, tetapi juga bisa membuatnya turun; tidak menaikkan suku bunga juga bisa membuat harga naik, bisa juga membuatnya turun—dan keempat logika ini sekarang semuanya masuk akal. Dari sudut pandang probabilitas, saat ini kenaikan suku bunga masih menjadi ekspektasi utama pasar; namun apa pun itu naik atau tidak, tidak ada kepastian bagaimana saham akan bereaksi.
$BTC