Hari ini pasar bergejolak di alun-alun; peristiwa utama adalah pemungutan suara prosedural RUU “Clear Bill” yang tidak lolos. Sehari sebelumnya, pasar masih menganggapnya sebagai kabar baik—kripto langsung memantul di seluruh lini; XRP naik lebih dari 5%. Namun begitu suara pemungutan dilakukan, langsung terjadi pembalikan tajam: Bitcoin turun hingga 75 ribu, dan XRP anjlok lebih dari 9% dalam sehari. Begitulah pergerakan yang digerakkan oleh berita: datang cepat, pergi juga cepat. Orang yang berjudi pada kabar hari ini pasti tidak akan mendapatkan pengalaman yang bagus.

Tekanan kedua berasal dari kondisi makro. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh 5,04%, mencetak rekor tertinggi dalam hampir 20 tahun. Imbal hasil lelang tenor 20 tahun juga mencapai 5,42% dan memecahkan rekor sejarah. Menteri Keuangan bahkan sudah mengakui masalah defisit, sementara Wall Street meningkatkan posisi short atas surat utang AS. Ditambah lagi situasi Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik lebih dari 4%, kekhawatiran inflasi kembali menguat. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga minggu ini sudah mendekati 90%.

Minggu ini juga “super week” bagi bank sentral: keputusan FOMC dari The Fed diumumkan dini hari Kamis, lalu Waller mengadakan konferensi pers. Bank sentral Inggris dan Bank of Japan juga berada dalam antrean. Sepanjang minggu ini, harga kripto pada dasarnya ditarik oleh faktor makro.

Penilaian saya sangat langsung: RUU tidak lolos berarti jalur implementasi regulasi AS ternyata lebih panjang daripada yang dibayangkan. Ini menjadi sentimen negatif untuk jangka menengah bagi kripto—jangan berharap perbaikan dalam waktu dekat. Ditambah tekanan dari obligasi AS dan harga minyak, prioritas minggu ini adalah bertahan. Yang masih tanpa posisi, terus menunggu; yang sudah punya posisi, turunkan leverage. Jangan taruhkan arah pada “super week”.

#比特币 #币安广场 #CLARITY #宏观