Undang-Undang CLARITY Tidak Kalah Berdasarkan Substansinya
Senat AS gagal meloloskan Undang-Undang Pasar Aset Digital CLARITY pada 15 September. Usulan prosedural berakhir dengan 49-50, melawan ambang batas 60 suara. Ada empat hal yang patut dipisahkan.
1. Cloture adalah ambang batas, bukan vonis. Pemungutan suara mengukur apakah 60 senator akan setuju untuk membuka perdebatan. RUU itu sendiri tidak pernah dipilih, dan mayoritas majelis tidak diminta pendapatnya mengenai teks.
2. Yang menghambatnya adalah bahasa etika, bukan struktur pasar. Keberatan berpusat pada ketentuan konflik kepentingan di bagian paling atas pemerintahan. Bagian tentang kustodi, pengungkapan, dan pendaftaran bursa bukanlah titik yang mentok.
3. Tidak ada yang dicabut. Kerangka operasional di AS masih interpretasi bersama SEC dan CFTC dari bulan Maret, yang menetapkan taksonomi token dan menyatakan bahwa sebagian besar aset kripto bukanlah sekuritas itu sendiri.
4. Ketahanan adalah celah yang sebenarnya. Interpretasi sebuah lembaga dapat ditulis ulang oleh lembaga berikutnya. Undang-undang tidak bisa. Perbedaan inilah yang diminta industri kepada Kongres, dan inilah yang masih belum ada.
Yang perlu diperhatikan berikutnya: apakah teks etika akan dinegosiasikan ulang, dan berapa banyak waktu sidang yang tersisa pada sesi ini.
Bukan nasihat keuangan. Lakukan riset Anda sendiri.
#CLARITYAct #CryptoRegulation #CryptoNews
Senat AS gagal meloloskan Undang-Undang Pasar Aset Digital CLARITY pada 15 September. Usulan prosedural berakhir dengan 49-50, melawan ambang batas 60 suara. Ada empat hal yang patut dipisahkan.
1. Cloture adalah ambang batas, bukan vonis. Pemungutan suara mengukur apakah 60 senator akan setuju untuk membuka perdebatan. RUU itu sendiri tidak pernah dipilih, dan mayoritas majelis tidak diminta pendapatnya mengenai teks.
2. Yang menghambatnya adalah bahasa etika, bukan struktur pasar. Keberatan berpusat pada ketentuan konflik kepentingan di bagian paling atas pemerintahan. Bagian tentang kustodi, pengungkapan, dan pendaftaran bursa bukanlah titik yang mentok.
3. Tidak ada yang dicabut. Kerangka operasional di AS masih interpretasi bersama SEC dan CFTC dari bulan Maret, yang menetapkan taksonomi token dan menyatakan bahwa sebagian besar aset kripto bukanlah sekuritas itu sendiri.
4. Ketahanan adalah celah yang sebenarnya. Interpretasi sebuah lembaga dapat ditulis ulang oleh lembaga berikutnya. Undang-undang tidak bisa. Perbedaan inilah yang diminta industri kepada Kongres, dan inilah yang masih belum ada.
Yang perlu diperhatikan berikutnya: apakah teks etika akan dinegosiasikan ulang, dan berapa banyak waktu sidang yang tersisa pada sesi ini.
Bukan nasihat keuangan. Lakukan riset Anda sendiri.
#CLARITYAct #CryptoRegulation #CryptoNews
