🚨 Undang-Undang CLARITY Menghadapi Hambatan Besar
Senat AS menolak pemungutan suara prosedural untuk melanjutkan H.R. 3633, Undang-Undang CLARITY, dengan hasil akhir 49–50, di bawah 60 suara yang diperlukan untuk cloture.
Yang membuat ini menarik adalah bahwa beberapa Demokrat yang sebelumnya ikut berpartisipasi dalam negosiasi bipartisan juga memilih untuk menolak melanjutkan. Sengketa tersebut dilaporkan berfokus kuat pada ketentuan etika, konflik kepentingan, perlindungan konsumen, dan integritas pasar.
Ini bukan pemungutan suara final atas RUU itu sendiri. Ini adalah pemungutan suara prosedural yang menentukan apakah Senat bisa melanjutkan pembahasan.
Bagi kripto, pesan langsungnya adalah ketidakpastian. Aturan struktur pasar AS yang jelas masih belum terselesaikan, sementara para pembuat kebijakan kini menghadapi pertanyaan apakah negosiasi bisa dimulai kembali.
Pertanyaan besar: Bisakah kedua pihak menemukan cukup titik temu untuk membawa CLARITY kembali ke meja perundingan?
#CLARITYAct #CryptoRegulation #bitcoin
Senat AS menolak pemungutan suara prosedural untuk melanjutkan H.R. 3633, Undang-Undang CLARITY, dengan hasil akhir 49–50, di bawah 60 suara yang diperlukan untuk cloture.
Yang membuat ini menarik adalah bahwa beberapa Demokrat yang sebelumnya ikut berpartisipasi dalam negosiasi bipartisan juga memilih untuk menolak melanjutkan. Sengketa tersebut dilaporkan berfokus kuat pada ketentuan etika, konflik kepentingan, perlindungan konsumen, dan integritas pasar.
Ini bukan pemungutan suara final atas RUU itu sendiri. Ini adalah pemungutan suara prosedural yang menentukan apakah Senat bisa melanjutkan pembahasan.
Bagi kripto, pesan langsungnya adalah ketidakpastian. Aturan struktur pasar AS yang jelas masih belum terselesaikan, sementara para pembuat kebijakan kini menghadapi pertanyaan apakah negosiasi bisa dimulai kembali.
Pertanyaan besar: Bisakah kedua pihak menemukan cukup titik temu untuk membawa CLARITY kembali ke meja perundingan?
#CLARITYAct #CryptoRegulation #bitcoin

