【Bank Sentral Menemukan Celah Data di Rantai (On-Chain), Volume Transfer Bisa Selisih Hingga 6 Kali 📊】
Kunjungi beranda dan gabung grup obrolan penggemar X先生 🔥
Bank for International Settlements (BIS) baru saja merilis sebuah laporan penelitian, khusus untuk memeriksa data on-chain. Mereka menelusuri 100 miliar catatan on-chain, mencakup Bitcoin dan Ethereum. Hasilnya, estimasi nilai transfer di jaringan Bitcoin bisa meleset hingga 6 kali.
Perlu diluruskan: yang dimaksud di sini bukan volume transaksi bursa, melainkan nilai transfer on-chain. Saat pembayaran Bitcoin, kembalian (change) akan dikembalikan ke dompet sendiri, lalu dianggap sebagai transfer baru. “Perasanya” juga lebih besar pada metrik kapitalisasi pasar—bisa mencapai hingga 4 kali dari realized market cap.
Yang paling layak diperhatikan justru stablecoin, dan di sini tingkat “kekeliruannya” juga besar. Data Visa menunjukkan, dalam 30 hari, transfer stablecoin mencapai 6,4 triliun dolar. Setelah menghapus robot, lintas-rantai, dan pemindahan internal, yang tersisa hanya 313,1 miliar dolar.
Bagi kripto, data on-chain adalah jendela utama untuk menilai arus dana. Karena definisi/standar metrik tidak seragam, institusi dan investor ritel melihat peta risiko yang tidak sama. USDT yang sama pun memiliki kegunaan yang benar-benar berbeda di Ethereum dan di Tron.
Menurutmu, data on-chain dapat dipercaya sebagai bukti kebutuhan, atau sekadar angka yang dibesar-besarkan? Mari diskusikan di kolom komentar.
Kunjungi beranda dan gabung grup obrolan penggemar X先生 🔥
Bank for International Settlements (BIS) baru saja merilis sebuah laporan penelitian, khusus untuk memeriksa data on-chain. Mereka menelusuri 100 miliar catatan on-chain, mencakup Bitcoin dan Ethereum. Hasilnya, estimasi nilai transfer di jaringan Bitcoin bisa meleset hingga 6 kali.
Perlu diluruskan: yang dimaksud di sini bukan volume transaksi bursa, melainkan nilai transfer on-chain. Saat pembayaran Bitcoin, kembalian (change) akan dikembalikan ke dompet sendiri, lalu dianggap sebagai transfer baru. “Perasanya” juga lebih besar pada metrik kapitalisasi pasar—bisa mencapai hingga 4 kali dari realized market cap.
Yang paling layak diperhatikan justru stablecoin, dan di sini tingkat “kekeliruannya” juga besar. Data Visa menunjukkan, dalam 30 hari, transfer stablecoin mencapai 6,4 triliun dolar. Setelah menghapus robot, lintas-rantai, dan pemindahan internal, yang tersisa hanya 313,1 miliar dolar.
Bagi kripto, data on-chain adalah jendela utama untuk menilai arus dana. Karena definisi/standar metrik tidak seragam, institusi dan investor ritel melihat peta risiko yang tidak sama. USDT yang sama pun memiliki kegunaan yang benar-benar berbeda di Ethereum dan di Tron.
Menurutmu, data on-chain dapat dipercaya sebagai bukti kebutuhan, atau sekadar angka yang dibesar-besarkan? Mari diskusikan di kolom komentar.
