
Kegagalan Senat untuk meloloskan Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act pada Selasa menjadi pukulan besar bagi dorongan industri kripto terhadap aturan struktur pasar yang telah lama dinantikan. Namun, CEO Ripple Brad Garlinghouse tetap tidak gentar, menegaskan bahwa pada akhirnya industri kripto akan tetap menang meskipun ada hambatan legislatif tersebut.
CEO Ripple: Kripto Bisa Berkembang Tanpa Undang-Undang CLARITY
Berbicara di sebuah acara aset digital di Kansas City pada Selasa, Garlinghouse menegaskan kembali dukungannya terhadap undang-undang struktur pasar kripto yang bersejarah. Namun, bos Ripple itu berpendapat bahwa kegagalan RUU tersebut untuk lolos tidak akan mengganggu arah yang lebih luas bagi industri tersebut.
“Jika Anda memiliki teknologi yang lebih baik, lebih cepat, lebih kuat… itu biasanya yang menang,” ujar Garlinghouse, menyoroti keyakinannya bahwa kripto dapat terus maju meski Senat gagal meloloskan RUU CLARITY.
Pihak kepala Ripple berpendapat bahwa sistem keuangan tradisional kesulitan untuk mengejar kemajuan teknologi yang pesat. Ia juga mempertanyakan mengapa Amerika Serikat mempertaruhkan kehilangan kepemimpinannya dalam inovasi keuangan kepada pasar-pasar yang bersaing di luar negeri.
Komentarnya disampaikan pada momen yang menentukan bagi industri kripto AS. Pada Selasa sore, Senat gagal mengajukan cloture pada Digital Asset Market CLARITY Act, sehingga rancangan undang-undang bersejarah itu kekurangan 60 suara yang diperlukan untuk melangkah ke tahap perdebatan.
Bitcoin, XRP Turun setelah RUU CLARITY Tersandung Hambatan di Senat
Pasar kripto kembali mendapat tekanan setelah pemungutan suara di Senat. Bitcoin segera anjlok ke level terendah sesi mendekati $75.500 dalam hitungan menit setelah pemungutan suara, sementara Ether (ETH) turun di bawah $2.400. Penurunan tersebut membuat Bitcoin turun sekitar 4% pada hari itu dan jauh di bawah puncaknya pada September yang sekitar $82.000.
Sementara itu, Solana (SOL) merosot di bawah $97, sedangkan XRP yang terkait Ripple turun mendekati $1,29, menurut data CoinGecko, ketika para trader mencerna penolakan Senat terhadap salah satu upaya legislatif industri kripto yang paling banyak dipantau.
Penurunan tersebut memperpanjang pembalikan yang dimulai Selasa pagi, ketika optimisme terhadap RUU CLARITY sempat mengangkat mata uang kripto utama di awal pekan.
Meski kemunduran dari RUU CLARITY ini merupakan kekecewaan besar bagi para penggiat aset digital, industri kripto sudah mengamankan kemenangan legislatif besar di Washington. Pada 2025, Kongres meloloskan Undang-Undang Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins (GENIUS) dengan dukungan bipartisan yang luas, dan undang-undang tersebut kemudian ditandatangani menjadi hukum.
Pencapaian ini menandai perubahan arah yang mencolok bagi sebuah industri yang masih berjuang menghadapi kegagalan dan skandal bernama besar pada tahun 2022. Hanya tiga tahun kemudian, kripto memperoleh kerangka federal yang bersejarah untuk stablecoin, dan kini para regulator tengah bekerja untuk menerapkan aturan baru yang mengatur penerbit.